Pedagang Wisata Keluhkan Sepi Pengunjung, Apakah Air Terjun Coban Canggu Terlupakan?

Avatar of Redaksi
20250111 115642 11zon scaled
Potret fasilitas wisata yang tidak terawat (Riris)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Air Terjun Coban Canggu, sebuah destinasi wisata alam di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kini menghadapi kenyataan pahit. Dulu, air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 80 meter ini merupakan primadona wisata di kawasan Pacet.

Namun, waktu telah mengubah banyak hal. Keindahan memikat yang sudah ada sejak sepuluh tahun yang lalu tersebut kini mulai memudar dengan penurunan drastis dalam jumlah pengunjung dan pemeliharaan fasilitasnya, menimbulkan pertanyaan, apakah Air Terjun Coban Canggu kini sudah terlupakan?

Air Terjun Coban Canggu terletak di tengah pegunungan, menawarkan kesejukan dan ketenangan alam. Untuk mencapainya, pengunjung harus menuruni sekitar 200 anak tangga dengan jarak sekitar 250 meter. Meski dulu tantangan ini tak mengurangi antusiasme wisatawan, kini pemandangan sepi kerap terlihat di area wisata tersebut.

Kondisi ini juga dirasakan oleh Emi, seorang pedagang makanan yang telah lima tahun mencari nafkah di kawasan Air Terjun Coban Canggu. Emi mengungkapkan kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Kalau dulu ya masih ramai, sekarang sepi. Bedanya dulu kan belum banyak Indomaret Alfa di tiap kecamatan. Sekarang malah tambah sepi sampai beberapa kali tutup nggak jualan,” ujar Emi saat ditemui, Sabtu (11/1/2025).

Emi menambahkan bahwa dulu, khususnya saat liburan Tahun Baru, pendapatannya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta dalam sehari. Namun kini, angka itu merosot tajam.

“Dulu tahun baru itu sehari masih Rp1 juta, satu warung bisa Rp1,5 juta. Sekarang Rp300-500 itu paling banyak. Kan banyak Indomaret, Alfa, jadi banyak yang bontot (bawa bekal) sendiri. Apalagi banyak wisata yang lebih bagus,” tambah Emi.

Selain faktor persaingan dari destinasi wisata modern, Emi juga menyoroti minimnya perhatian terhadap fasilitas di Coban Canggu. Gazebo, toilet, dan fasilitas lainnya rusak dan tidak terawat.

“Koordinatornya kurang tegas, gak pernah dilihat ke bawah-bawah. Dulu pernah banyak pengunjung yang komplain kayak rusak, kotor-kotor itu dibiarin, gak pernah dibersihin,” ungkap Emi.

Toilet yang kotor, bau pesing, serta gazebo yang terbengkalai menjadi keluhan utama pengunjung. Keadaan ini membuat Air Terjun Coban Canggu semakin kehilangan daya tariknya, terutama di tengah persaingan dengan destinasi wisata yang lebih modern dan terawat.

“Banyak wisata yang lebih modern. Ini nggak pernah direnovasi, jalan (aksesnya) cuma ini aja,” imbuh Emi.

20250111 115623 11zon scaled
Potret gazebo yang tidak terawat (Riris)

Emi juga menyoroti kurangnya wahana atau aktivitas tambahan di area wisata yang dapat menarik minat pengunjung.

“Kita ini kan kurang apa, luas tempatnya ada. Tapi mainannya juga tidak ada. Kalau dulu tahun baru ramai sampai macet-macet, tahun baru kemarin sepi banget. Tahun lalu juga sepi,” keluh Emi.

Emi kini hanya berjualan pada akhir pekan, sementara suaminya tetap berjualan di lokasi atas setiap hari. Meski begitu, penghasilan dari hari biasa sering kali tidak mencukupi.

“Jarang dapat uang kalau hari biasa,” kata Emi dengan nada kecewa.

Kondisi memprihatinkan ini memunculkan kekhawatiran bahwa Air Terjun Coban Canggu bisa saja benar-benar terlupakan. Minimnya perhatian dari pihak pengelola, kurangnya renovasi, dan persaingan dengan destinasi wisata lain menjadi tantangan besar bagi kelangsungan wisata ini.

Pemerintah daerah dan pengelola wisata kini harus segera mengambil langkah nyata untuk mengembalikan kejayaan Coban Canggu agar tidak hilang ditelan waktu. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page