
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo melakukan kunjungan kerja ke lokasi penanaman bibit unggul padi di Dusun Genukwatu, Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (9/1/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dengan pemanfaatan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas pertanian.
Dalam kunjungan tersebut, Danrem 082/CPYJ didampingi oleh Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P., M.I.P. Kegiatan juga dirangkai dengan sosialisasi penerapan teknologi satelit untuk mendukung sektor pertanian, yang disampaikan oleh Direktur PT. Sisi Tani Indonesia, Andri Saleh Amarald, MBA. Sejumlah kelompok tani (Gapoktan) setempat turut hadir untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut mengenai teknologi ini.
Dalam sambutannya, Kolonel Inf Batara Alex Bulo menegaskan pentingnya memanfaatkan teknologi modern untuk mendukung target swasembada pangan nasional. Jawa Timur, sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia, dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan hasil produksi jika didukung oleh inovasi dan teknologi.
“Presiden RI telah mencanangkan program ketahanan pangan sebagai prioritas utama. Dengan pemanfaatan bibit unggul dan teknologi modern, saya optimistis hasil panen dapat meningkat signifikan. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah, TNI, maupun petani, untuk bekerja sama demi mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Kolonel Batara Alex.
Direktur PT. Sisi Tani Indonesia, Andri Saleh Amarald, memaparkan bahwa teknologi satelit mampu memberikan berbagai data penting yang dapat dimanfaatkan oleh petani. Data tersebut mencakup pemantauan kesuburan tanah, kondisi lahan, serta prediksi hasil panen secara real-time melalui aplikasi digital.
“Teknologi ini tidak hanya mempermudah pengelolaan lahan tetapi juga memungkinkan petani mengambil keputusan yang lebih tepat. Hasilnya, produktivitas pertanian dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan metode konvensional,” jelas Andri.
Menurutnya, inovasi ini menjadi solusi untuk mengatasi tantangan-tantangan di sektor pertanian, seperti keterbatasan lahan dan risiko gagal panen akibat cuaca yang tidak menentu. Ia juga menambahkan bahwa teknologi ini telah diujicobakan di beberapa wilayah dengan hasil yang memuaskan.
Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P., M.I.P., menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi produktivitas pertanian, tetapi juga mendukung misi kesejahteraan petani di Mojokerto. Dengan adanya teknologi ini, petani dapat memanfaatkan lahan secara lebih optimal,” ungkap Rully.
Ia juga berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pihak swasta dapat terus terjalin untuk memastikan keberlanjutan program ini.
Para petani yang hadir dalam kegiatan ini menyambut baik inovasi teknologi yang diperkenalkan. Mereka optimistis bahwa dengan penerapan teknologi satelit dan bibit unggul, hasil panen dapat meningkat signifikan sehingga memberikan dampak positif terhadap pendapatan mereka.
“Dengan adanya teknologi ini, kami merasa sangat terbantu. Selama ini, kami hanya mengandalkan cara tradisional, tetapi dengan teknologi modern, kami yakin panen akan lebih melimpah,” papar salah satu petani yang hadir.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat setempat, termasuk Kasdim 0815 Mayor Arh GN Putu Ardana, S.S., Pabungdim 0815 Mayor Inf Desto Jumeno, Camat Sooko Masluchman, S.H., M.Si., serta perangkat desa lainnya. Selain itu, Danramil dan Kapolsek Sooko juga turut hadir untuk memberikan dukungan kepada para petani di wilayah tersebut.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh pemerintah pusat. Dengan pemanfaatan teknologi modern dan sinergi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan hasil pertanian di Mojokerto dapat terus meningkat sehingga memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan di tingkat nasional.
Danrem 082/CPYJ berharap program ini tidak hanya membawa manfaat ekonomi bagi para petani, tetapi juga menginspirasi wilayah lain untuk mengadopsi teknologi serupa.
“Kami akan terus mendampingi dan memastikan bahwa inovasi ini berjalan lancar. Petani adalah pahlawan ketahanan pangan, dan tugas kita adalah mendukung mereka,” pungkas Kolonel Inf Batara Alex.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan Mojokerto sebagai salah satu daerah percontohan dalam penerapan teknologi untuk mendukung program pertanian modern. Keberhasilan program ini berpotensi menjadi acuan bagi wilayah lain di Indonesia untuk menerapkan langkah serupa. (Firda*)
