Pengelolaan Sampah Jadi Evaluasi Penting Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah

Avatar of Redaksi
IMG 20250106 WA0064
Potret SDN Balongsari 2 Kota Mojokerto (Tantri / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di sekolah-sekolah untuk mendukung kesehatan dan perkembangan anak-anak dihadapkan pada tantangan baru terkait pengelolaan sampah.

Meskipun tujuan utama program ini adalah untuk menyediakan makanan sehat bagi siswa, pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh makanan tersebut masih menjadi masalah yang belum teratasi dengan jelas.

Dengan program yang semakin meluas, jumlah sampah yang dihasilkan, terutama dari kemasan makanan dan sisa makanan, meningkat pesat. Hal ini memerlukan perhatian serius agar tidak menambah beban lingkungan.

Seperti pada SDN Balongsari 2 Jl. Benteng Pancasila, Margelo, Kec. Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur, setelah melaksanakan uji coba MBG bulan November lalu selama 2 berturut-turut melakukan evaluasi pada program yakni tercatat pada pengelolaan sampah kedepannya.

Dengan sekian ratus siswa yang menerima program itu, belum ada instruksi lebih lanjut konsep Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dengan menggunakan tempat makan yang sekali pakai atau yang dapat digunakan berulang kali, seperti wadah berbahan stainless steel atau plastik ramah lingkungan, menjadi pilihan yang lebih praktis dan ramah lingkungan untuk mengurangi sampah sekali pakai di sekolah dan mendukung keberlanjutan program makan bergizi.

Kepala Sekolah SDN Balongsari 2, Anang Sugianto, menjelaskan bahwa setelah pelaksanaan program juga diajarkan kepada seluruh siswa untuk memisahkan sampah secara baik dan benar. Ada bank sampah di sekolah dapat menjadi solusi efektif dalam pengelolaan sampah dengan sistem buang terpisah, di mana siswa diajarkan untuk memilah sampah sesuai jenisnya, seperti sampah organik, anorganik, dan sampah daur ulang, guna mengurangi dampak lingkungan dan mendukung keberlanjutan.

Program makan bergizi ini tentunya disambut antusias oleh seluruh siswa mereka merasa senang karena kini dapat menikmati makanan sehat yang mendukung kesehatan dan meningkatkan konsentrasi dalam belajar.

“Di jam kedua istirahat dilaksanakan program makan bergizi, di masing-masing kelas. Senang menunya ada sayur, buah, ayam, dan susu,” ujar Kenzi siswa kelas 5 SDN Balongsari 2, Senin (6/1/2025).

Belum ada instruksi lebih lanjut dari pemerintah sehingga terkait pengelolaan sampah menjadi tugas yang perlu dipersilahkan dengan matang dalam pelaksanaan program makan bergizi, karena perlu adanya sistem yang efisien untuk memilah dan mendaur ulang sampah makanan dan kemasan guna mengurangi dampak lingkungan, dengan tujuan tidak menimbun sampah secara berlebihan hingga menggunung.

“Sudah pernah waktu setelah uji coba memisahkan antara sampah plastik atau kertas itu dilakukan oleh seluruh siswa, namun untuk itu memerlukan waktu yang lama,” terang Ratih, Staff Administrasi SDN Balongsari 2.

Maka dalam pengelolaan sampah yang efektif menjadi sangat penting dalam mendukung kelancaran program makan bergizi di sekolah. Tanpa sistem pengelolaan yang baik, sampah yang dihasilkan dapat merusak upaya menjaga lingkungan.

Oleh karena itu, perlu adanya koordinasi yang baik antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memastikan sampah dapat dikelola dengan bijak, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dan menjadikan program ini berkelanjutan. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page