Wujudkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Presiden Prabowo Rogoh Rp4,7 Triliun

Avatar of Lintang
Presiden Prabowo mengumumkan kenaikan PPN dari 11 persen menjadi 12 Persen hanya untuk Barang dan Jasa Mewah, Selasa (31/12/2024) (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Presiden Prabowo (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Nasional, Kabarterdepan.com – Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran mencapai Rp4,7 triliun untuk Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi 60 juta orang di Indonesia mulai tahun ini.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Dedek Prayudi.

“Cara pandang Presiden terhadap kesehatan bukan hanya mengobati orang sakit. Upaya promotif, preventif, itu jauh lebih penting dibandingkan kuratif,” ujarnya, Jumat (3/1/2025).

Ia mengatakan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pencegahan penyakit dan skrining kesehatan gratis untuk mengurangi kematian akibat penyakit kardiovaskuler dan penyakit tidak menular lainnya.

Dedek menambahkan, program tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan skrining kesehatan, cek kesehatan gratis untuk semua anggota masyarakat di semua siklus hidup.

Menurut data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2023, penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah penyakit tidak menular. Di Indonesia, angka kematian akibat penyakit jantung atau kardiovaskular mencapai lebih dari 600 ribu jiwa per tahun.

“Hampir setara dengan populasi satu Kota Cimahi di Jawa Barat. Pemerintahan Prabowo-Gibran menilai hal ini sangat mendesak diberikan atensi khusus,” ungkap Jubir Dedek.

Penderita hipertensi, kolesterol atau bahkan serangan jantung, dapat ditekan bahkan diselamatkan kalau masyarakat rutin melakukan cek kesehatan.

Jubir Dedek menjelaskan, program skrining kesehatan akan digelar secara bertahap mulai 2025 dengan menargetkan 60 juta orang. Selama lima tahun ke depan, diharapkan 200 juta warga negara dapat terlayani program tersebut.

“Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini tidak hanya meliputi penyakit kardiovaskuler, melainkan berbagai penyakit lain yang dikelompokkan berdasarkan kategori anak, dewasa, dan lansia,” tukasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page