Cerita Bupati Grobogan Dibalik Suksesnya Relokasi Pasar Glendoh

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241224 184902
Bupati Grobogan Sri Sumarni saat memberi sambutan dalam acara tasyakuran Pasar Glendoh baru (Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan,kabarterdepan.com – Bupati Grobogan Sri Sumarni mengungkapkan perjuangan panjang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan dalam merelokasi pasar Glendoh.

Dikatakan, proses relokasi tersebut tidak lepas dari perjuangan yang dilakukan semua pihak, hingga saat ini pembangunan pasar Glendoh dapat selesai dan dapat dimanfaatkan para pedagang.

Menurutnya, dibutuhkan komitmen dan komunikasi yang intensif, khususnya kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian terkait hingga Presiden.

“Ibaratnya sampai Glesot-glesot (duduk tanpa alas) di Kementerian hingga bersurat dan matur (bicara) langsung kepada Pak Presiden, saya lakukan,” kata Sri Sumarni.

“Ga papa saya diarani Bupati Ora Nduwe Isin (disebut bupati ngga punya malu), semua saya lakukan demi mewujudkan pasar Glendoh yang lebih baik, aman, nyaman dengan lokasi baru yang lebih representatif,” jelas Bupati Grobogan saat memberi sambutan dalam acara tasyakuran Pasar Glendoh baru bertajuk “Glendoh Reborn”, Selasa (24/12/2024).

Sri Sumarni meyakini, jika pembangunan Pasar Glendoh yang baru akan menjadi simbol atau ikon baru kemajuan perekonomian masyarakat Kabupaten Grobogan.

“Pasar ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pedagang dan petani, serta memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa,” ujar Bupati.

Relokasi Pasar Glendoh bukanlah sekedar pemindahan fisik, tetapi sebuah langkah besar menuju peningkatan kenyamanan, keamanan, juga kesejahteraan para pedagang serta masyarakat Kabupaten Grobogan.

Menurutnya, pasar adalah nadi perekonomian rakyat serta menjadi rumah bersama untuk dirawat dan dikelola dengan baik. Disela sambutannya itu, Bupati juga menyampaikan satu ungkapan filosofi Pasarku omahku, pasarku baru, mlaku rejekiku.

Dijelaskan, sejak dirinya menjabat sejak tahun 2016 hingga saat ini,tercatat sudah ada enam pasar di Kabupaten Grobogan yang telah diperbaiki.

“Diantaranya, Pasar Tegowanu, Pasar Wirosari, Pasar Pagi Baru, Pasar Kuwu, Pasar Tuko dan termasuk Pasar Glendoh dengan biaya Rp 24,4 milyar,” ungkap Sri Sumarni.

Sri Sumarni menambahkan, jika pasar Glendoh baru memiliki 224 kios. Sekitar 70 persen para pedagang sudah mulai menyusun dan menempatinya.

“Semoga kedepan dapat segera dipenuhi pedangan dan pasar Glendoh baru bisa berfungsi seperti saat di lokasi yang lama,” harapnya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page