Sukses Turunkan Stunting, Kecamatan Sukorambi Raih Dua Penghargaan dari Bupati Jember

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241221 065838
Penghargaan yang diraih Kecamatan Sukorambi, Jember. (Lana Rumanta/kabarterdepan.com)

Jember, kabarterdepan.com
Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman memberikan penghargaan bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting.

Penghargaan bagi para pihak yang tergabung dalam TPPS dengan kinerja terbaik, diserahkan di lantai 2 pendopo Wahya Wibawagraha, Rabu (19/12/2024).

Pemkab Jember memberikan penghargaan kepada kecamatan, kelurahan dan desa, yang berhasil memenuhi target prevalensi penurunan stunting di akhir tahun 2024 sebesar 11,4 persen.

Wakil bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman menyampaikan Kabupaten Jember menunjukkan trend penurunan yang cukup signifikan. Pada tahun 2022 sebesar 34,9 persen, lantas tahun 2023 sebesar 29,7 persen. Kemudian tahun 2024 berhasil turun 11,4 persen dari hasil bulan timbang dilaksanakan Dinas Kesehatan.

“Capaian ini sudah melebihi target 14 persen dari kementerian kesehatan,” katanya.

“Untuk underweight and wasting (kondisi berat badan tidak seimbang dengan usia dan tinggi badan tidak seimbang dengan berat badan), ” kata Wabup Firjaun.

“Mohon maaf belum mencapai target, jumlahnya untuk underweight and wasting per November 2024 sebesar 12 persen untuk Kabupaten Jember, sementara untuk target dari Kemenkes yakni 7 persen,” paparnya.

Sementara Camat Sukorambi Asrah Joyo Widono menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Jember yang telah memberikan penghargaan untuk Kecamatan Sukorambi.

“Kecamatan Sukorambi mendapat 2 reward dari Bupati Jember, yakni, 1, sebagai Kecamatan dengan Pencapaian intervensi serentak terbaik. Sedangkan yang ke 2, Kecamatan dengan tren Stunting, underweight dan wasting terbaik,” Kata Asrah Joyo Widono.

Keberhasilan Kecamatan Sukorambi berhasil menekan penurunan stunting merupakan hasil kerjasama semua unsur, baik Muspika, kader posyandu, Perguruan tinggi, maupun perusahaan yang ada di Sukorambi.

Selain iti juga para alumni kedokteran Unair yang ada di Jember, termasuk unsur masyarakat, tim penggerak PKK Kecamatan Sukorambi, kemudian TNI, Polri sebagai bapak asuhnya.

“Tak kalah penting adalah peran media yang selama memberitakan kegiatan TPPS di kecamatan Sukorambi ini, selalu kami up load ke grup, mereka tahu dari Medsos selanjutnya menghubungi kami untuk ikut bergabung,” katanya.

Asrah Joyo Widono menegaskan progres penurunan stunting di Sukorambi di tahun 2023 sebesar 19.9 persen, selanjutnya tahun 2024 turun lagi mencapai 5 persen.

“Inilah hasil kerjasama pentahelic yang melibatkan semua unsur baik LSM, Desa, karang taruna, termasuk BUMN yang memberikan CSRnya,” pungkasnya. (Lana)

Responsive Images

You cannot copy content of this page