Komunitas Motor CB Viral, Minimarket Kotor dan Rugi Rp4 Juta Akibat Aksi Tidak Bertanggung Jawab

Avatar of Redaksi
IMG 20241216 WA0006
Potret anggota komunitas CB yang mengotori salah satu minimarket. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Nganjuk, Kabarterdepan.com – Jagat maya tengah diramaikan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan sekelompok anggota komunitas motor City Bike (CB) memanfaatkan sebuah minimarket sebagai tempat istirahat.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo dan langsung menuai perhatian luas. Dalam video, terlihat sejumlah anggota komunitas duduk hingga tiduran di lantai minimarket, sementara kondisi di sekitar mereka tampak berantakan. Insiden ini terjadi pada Sabtu (14/12/2024) di sebuah minimarket dekat Stadion Warujayeng, Nganjuk, Jawa Timur, yang menjadi lokasi acara Kerajaan CB.

Menurut laporan, para anggota komunitas yang hadir memenuhi area minimarket, baik di dalam maupun di luar toko. Beberapa di antaranya terlihat membawa masuk lumpur dari sepatu mereka, sehingga lantai minimarket menjadi kotor. Bahkan, sejumlah anggota komunitas diketahui merokok di dalam toko, melanggar aturan yang jelas-jelas melarang aktivitas tersebut.

Kondisi ini bukan hanya mengganggu operasional toko, tetapi juga menyebabkan kerugian signifikan. Salah satu karyawan minimarket menyebut bahwa pendapatan toko hari itu tercatat minus hingga Rp4 juta akibat dampak dari keramaian ini.

Reaksi netizen terhadap video tersebut pun bermunculan di berbagai platform media sosial. Banyak yang mengkritik perilaku anggota komunitas CB, yang dinilai tidak menghormati tempat umum dan merugikan pihak lain.

“Minimarket itu untuk belanja, bukan tempat tiduran,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Netizen lainnya juga menyayangkan sikap komunitas yang tidak menjaga kebersihan.

“Kasihan karyawan minimarket yang harus bersih-bersih setelah mereka pergi. Sudah kerja seharian, malah ditambah beban seperti ini,” ungkap seorang pengguna media sosial.

Meski mayoritas komentar berupa kecaman, ada juga beberapa warganet yang mencoba memberikan sudut pandang berbeda. Salah satu netizen menyarankan agar pemilik toko dan panitia acara ke depannya bekerja sama untuk menyediakan area khusus bagi peserta yang ingin beristirahat.

“Mungkin panitia bisa menyiapkan tempat istirahat di luar area minimarket, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tulisnya.

Beberapa komentar juga menyarankan agar manajemen minimarket menegakkan aturan lebih tegas untuk mencegah hal serupa.

Di tengah kontroversi ini, komunitas CB maupun pihak minimarket belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian tersebut. Namun, video tersebut terus beredar luas di media sosial, menimbulkan diskusi tentang pentingnya menjaga etika di ruang publik.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak, baik pengelola acara, komunitas, maupun masyarakat umum, untuk saling menghormati dan menjaga kenyamanan di tempat umum.

Kejadian ini tidak hanya berdampak pada minimarket yang menjadi lokasi istirahat, tetapi juga menimbulkan pertanyaan lebih luas tentang kesadaran komunitas terhadap ruang publik dan tanggung jawab sosial. Semoga insiden ini menjadi pelajaran untuk semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page