Generasi Emas Sehat, Presiden Prabowo Membiasakan Olahraga dan Fasilitas Ditambah

Avatar of Redaksi
20241210 163825 0000
Potret Prabowo dan Dito Ariotedjo menteri pemuda dan olahraga. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.comPresiden Prabowo Subianto mengarahkan agar jam olahraga di sekolah ditingkatkan menjadi minimal satu jam per hari. Hal ini bertujuan untuk mendorong kebugaran siswa dan mencetak generasi emas yang sehat dan aktif.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyatakan bahwa kebijakan tersebut menjadi bagian dari program Gerakan Indonesia Bugar, yang akan segera diluncurkan melalui kolaborasi lintas kementerian.

“Presiden ingin siswa-siswi kembali bergerak aktif. Salah satu targetnya adalah menambah jam olahraga di sekolah hingga satu jam per hari. Namun, ini akan dilakukan secara bertahap,” ujar Dito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12/2024).

Selain itu, Gerakan Indonesia Bugar juga mencakup penguatan ekstrakurikuler olahraga, kembalinya senam dasar di sekolah, dan peningkatan fasilitas olahraga. Rencana ini telah dirumuskan dalam rapat bersama Presiden untuk diterapkan sejak tingkat pendidikan dasar.

Dito menambahkan bahwa program ini akan dirancang untuk membentuk bibit atlet sejak dini. Gerakan senam dasar dan olahraga atletik akan menjadi bagian dari kurikulum olahraga.

“Kami akan memadukan gerakan dasar senam dengan kebutuhan olahraga atletik. Ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan berolahraga dan mencetak bibit atlet dari usia sekolah,” paparnya.

Namun, realisasi program ini masih membutuhkan koordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Pendidikan.

Selain program olahraga, Presiden Prabowo juga menginstruksikan agar fasilitas olahraga di sekolah ditingkatkan. Saat ini, hanya 12 persen dari 439 ribu sekolah di Indonesia yang memiliki fasilitas olahraga. Melalui tahap kedua Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), targetnya minimal 50 persen sekolah akan memiliki fasilitas olahraga dasar, seperti lapangan.

“Setiap sekolah harus memiliki lapangan olahraga. Ini sesuai arahan Presiden dan akan menjadi prioritas kami,” kata Dito.

Selain infrastruktur, pemerintah juga membahas peningkatan kesejahteraan guru olahraga serta perumusan kurikulum khusus olahraga. Hal ini dilakukan untuk mendukung keberhasilan program olahraga di sekolah.

“Presiden berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan. Kami juga sedang mengadvokasi lintas sektor agar kurikulum olahraga yang baru bisa diterapkan dengan baik,” pungkas Dito.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap budaya olahraga dapat kembali hidup di sekolah, menciptakan generasi muda yang sehat, aktif, dan berpotensi menjadi atlet unggul di masa depan. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page