Petisi Copot Gus Miftah dari Utusan Khusus Presiden Tembus 200 Ribu Orang Lebih

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 12 03 at 7.37.33 PM
Tangkapan layar Gus Miftah saat mengisi pengajian di Magelang. (Foto: X)

Nasional, Kabarterdepan.com – Permintaan maaf Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah atas kalimat candaan yang ia lontarkan kepada Sunhaji penjual es teh manis tidak menyurutkan kecaman publik.

Ramai-ramai masyarakat mendesak Presiden Prabowo Subianto memecat Gus Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Dipantau sampai dengan Jumat (6/12/2024) pukul 08.00 WIB, sebanyak 215.161 orang telah menandatangani petisi Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden di laman change.org.

Gerakan tanda tangan petisi copot Gus Miftah dilatarbelakangi sikapnya tersebut yang dianggap tidak sesuai dengan menghina dan merendahkan seorang penjual es teh manis dengan kata-kata tidak pantas dan sangat merendahkan.

“3 Desember 2024, hari di mana netizen tanah air merasakan perih, sakit hati yang mendalam atas apa yang terjadi pada bapak penjual es teh, bapak yang berjuang untuk keluarganya diperlakukan secara tidak hormat dan manusiawi oleh seorang pemuka agama, Gus Miftah,” tulis pembuat petisi menjelaskan alasannya membuat petisi Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden dikutip, Jumat (6/12/2024).

Ditambahkan pembuat petisi, tidak bagi seseorang, apalagi yang kerap berbicara tentang agama mengucapkan kalimat kasar kepada orang lain di depan khalayak ramai. Sementara Gus Miftah bukan sekali ini melakukannya, bahkan terhadap istri sendiri sempat viral videonya.

Saat ini Gus Miftah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, sehingga publik mempertanyakan apakah jabatan tersebut layak diterima oleh pribadi yang kerap membuat kegaduhan di masyarakat.

“Atas dasar peristiwa ini, saya membuat petisi agar teman-teman yang melihat petisi ini mau meluangkan waktunya untuk memberikan tanda tangan agar bapak Prabowo Subianto mempertimbangkan kembali jabatan yang diberikan ke Gus Miftah,” tulis pembuat petisi gtersebut.

Pembuat petisi mengingatkan bahwa Presiden Prabowo dalam pidatonya kerap mengaku sangat menghormati pedagang, tukang bakso, nelayan, dan pekerja di lapisan masyarakat menengah lainnya. Sebab, mereka bekerja dan menghasilkan uang secara halal. Namun di sisi lain, salah satu Utusan Khusus Presiden memberikan contoh sebaliknya.

“Apa yang dilakukan oleh Gus Miftah adalah gambaran karakter beliau, karena hal seperti ini sudah terjadi beberapa kali. Untuk itu, agar jajaran bapak sejalan dengan bapak, segera copot Gus Miftah!” tulisnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page