
Jakarta, Kabarterdepan.com – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, memberikan tanggapan resmi terkait kejadian yang melibatkan utusan khusus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan seorang warga bernama Bapak Sunhaji.
Dalam pernyataan yang disampaikan secara terbuka, Hasan menegaskan bahwa Presiden Prabowo selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adab dan rasa hormat kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama rakyat kecil yang menjadi tulang punggung bangsa, Kamis (5/12/2024).
Hasan menegaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen besar terhadap rakyat kecil. Menurutnya, Presiden sangat menghormati mereka yang bekerja keras, seperti pedagang kaki lima, petani, nelayan, dan siapa pun yang berjuang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
“Presiden Prabowo Subianto pernah menyatakan dalam pidatonya bahwa beliau sangat menghormati rakyat kecil, seperti pedagang kaki lima, petani, dan nelayan. Mereka adalah orang-orang yang keluar dari rumah, memeras keringat, dan mencari rezeki halal demi kebutuhan keluarga. Untuk mereka juga, Presiden Prabowo dan seluruh jajaran kabinet bekerja keras tujuh hari dalam seminggu, agar beban hidup masyarakat dapat diringankan dan negara kita menjadi lebih baik,” ujar Hasan.
Terkait kejadian yang kurang baik baru-baru ini, Hasan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan teguran langsung kepada utusan khusus yang bersangkutan melalui Sekretaris Kabinet.
Teguran tersebut berisi arahan agar yang bersangkutan segera meminta maaf kepada Bapak Sunhaji, yang kemungkinan besar merasa terluka akibat kejadian tersebut.
“Presiden sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan. Utusan khusus Presiden kemudian langsung mendatangi Bapak Sunhaji di Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Kami sudah melihat dalam berbagai video bahwa Bapak Sunhaji dengan hati besar telah memberikan maaf kepada utusan khusus tersebut,” papar Hasan.
Hasan juga menambahkan bahwa hubungan silaturahmi antara kedua pihak telah kembali terjalin dengan baik. Bahkan, Bapak Sunhaji menyampaikan harapannya agar Gus Miftah dapat mengadakan pengajian di desanya sebagai bentuk penguatan hubungan kekeluargaan.
“Kami berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga, bukan hanya bagi utusan khusus Presiden, tetapi bagi seluruh kalangan pemerintahan. Kita semua harus lebih berhati-hati dalam bersikap dan berbicara, terutama kepada rakyat kecil yang sedang berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,” katanya.
Hasan menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa peran pemerintah adalah melayani seluruh rakyat tanpa kecuali, dan insiden seperti ini menjadi pengingat bahwa empati dan penghormatan harus selalu dikedepankan.
“Kami dari Kantor Komunikasi Kepresidenan menyayangkan kejadian ini, tetapi kami juga bersyukur karena permintaan maaf telah diterima dengan baik. Kami percaya bahwa hubungan baik dapat kembali tumbuh, dan kita semua belajar dari peristiwa ini. Terima kasih atas perhatian teman-teman semua. Wassalamualaikum wr. wb,” pungkasnya. (Firda*)
