Parah! Curanmor Terus Menjarah Kamar Kos di Mojokerto, Diduga Pelaku yang Sama

Avatar of Andy Yuwono
Tangkapan layar CCTV kamar kos di Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto (Andy / Kabarterdepan.com) 
Tangkapan layar CCTV kamar kos (Andy / Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Komplotan pencuri sepeda motor terus menghantui masyarakat Mojokerto dan sekitarnya. Pasalnya dalam jangka waktu sehari aksi curanmor terus terjadi dan menjara ke tempat kamar kos di Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Awalnya, Rabu (20/11/2024) sekitar pukul 03.52 pagi komplotan pencurian berhasil menggasak motor di sebuah kamar kos di Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

2 maling berhasil membawa kabur motor beat yang terparkir di tempat kos. 1 pelaku yang mengenakan jaket warna kuning dan topi hitam terekam jelas kamera CCTV saat melakukan aksinya.

Disusul pada Kamis (21/11/2024), sekitar pukul 04.58 WIB. aksi pencurian kendaraan bermotor juga terjadi di kamar kos di Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Diduga pelaku yang sama dengan ciri-ciri mengenakan jaket berwarna kuning dan topi hitam melancarkan aksinya dan berhasil menggondol motor honda Beat milik penghuni kos benama Ida Hermawati (45) asal Kecamatan Ngoro.

Pemilik kamar kos Widya Ayu saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menuturkan bahwasanya saat itu dirinya mendapat informasi dari penghuni kos jika adanya aksi pencurian sepeda motor.

“Saya ditelepon oleh Bu Ida bilang kalau motornya nggak ada, terus saya ke sini, saya cek CCTV memang diambil sama orang,” katanya saat ditemui Jumat (21/11/2024) pagi.

Ayu menerangkan, dari pantauan rekaman CCTV terlihat 2 pelaku saling membagi tugas. 1 diantaranya yang memakai jaket warna kuning mirip dengan pelaku curanmor yang ada di wilayah Mojosari dan Ngoro beberapa waktu yang lalu.

“Ciri-cirinya hampir sama kayak di Wonokusumo dan Ngoro. Jaket warna kuning pakai topi pakai dan masker terus ada tatonya di kaki,” jelasnya.

Sementara itu, Ida Hermawati menuturkan, pada saat kejadian dirinya seusai pulang belanja dari pasar dan sengaja menaruh motornya di depan kamar kosnya.

“Sepeda saya parkir di depan kamar nggak tahu kejadiannya seperti apa tahu tanya sepeda saya sudah tidak ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaku sempat mengintip dari jendela kamar kos no 6 miliknya. Namun ia tak mendengar ataupun mencurigai gerak gerik pelaku yang masuk sendirian tersebut.

“Nggak pakai sandal jadi nggak kedengeran posisinya ya sepeda saya ditarik mundur keluar,” tuturnya.

Atas insiden ini, korban mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah lantaran sepeda motor yang biasa digunakan untuk bekerja telah raib dan telah melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Sudah lapor ke polisi sudah ditangani katanya dan olah TKP disini,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page