
Banyuwangi, kabarterdepan.com – Sebanyak 12 pelajar dari Banyuwangi mengikuti Olimpiade Sains dan Matematika tingkat Asia, Asian Science & Mathematics Olympiad For Primary & Secondary Schools (ASMOPSS) ke 14 yang resmi dimulai di Banyuwangi.
Pembukaan berlangsung di Hotel El Royale, Banyuwangi pada Selasa malam (12/11/2024) yang diikuti 10 negara, antara lain Indonesia, Tajikistan, Pakistan, Filipina, Thailand dan Filipina.
“Total ada 12 orang peserta dari Banyuwangi yang tergabung dalam tim nasional di olimpiade ini. Kami yakin siswa Banyuwangi bersama dengan tim nasional akan bisa bersaing dengan peserta dari negara-negara lainnya,” kata Presiden ASMOPSS, Munasprianto Ramli.
Para peserta sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah, di mana pada olimpiade Felicia Dahayu yang berhasil merebut kejuaraan di sejumlah lomba internasional.
Selain Felicia, delapan orang siswa-siswi Banyuwangi juga diberi kesempatan untuk bertanding sebagai tim nasional di ASMOPPS, sementara tiga pelajar Banyuwangi lainnya lolos seleksi ASMOPSS secara mandiri.
Untuk diketahui, ASMOPSS merupakan lomba olimpiade sains dan matematika bagi pelajar SD dan SMP tingkat Asia yang digelar setiap tahun oleh Yayasan Surya Intitute yang didirikan oleh Prof. Yohanes Surya, fisikawan Indonesia dan pembimbing Tim Olimpiade Fisika Indonesia/TOFI.
“Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk mendorong siswa mempelajari sains dan matematika sejak usia dini, dan meningkatkan pengembangan hubungan internasional antar negara di kawasan Asia dalam bidang pendidikan sekolah dasar terutama dalam sains dan matematika,” kata Munasprianto.
Munasprianto mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemkab Banyuwangi yang telah dipilih menjadi tuan rumah karena dinilai sebagai daerah yang memiliki concern yang tinggi pada peningkatan mutu pendidikan, khususunya sains dan matematika.
Sejak setahun lalu, Pemkab Banyuwangi berupaya mencetak ribuan jagoan matematika yang berasal dari desa-desa di Banyuwangi dengan mengenalkan metode “Smart Gasing”. Metode ini sendiri dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya.
“Ada salah satu anak didik Banyuwangi hasil pembelajaran metode Smart Gasing yang cukup menonjol, namanya Felicia masih pelajar SD. Dia berhasil merebut kejuaraan di sejumlah lomba internasional. Dia juga ikut tergabung dalam tim nasional pada olimpiade ini,” tandas Munasprianto. (Fitri)
