
Banyuwangi, kabarterdepan.com – Penyelundupan 16 imigran gelap asal Pakistan yang diduga hendak berangkat secara ilegal menuju Pulau Christmas, Australia berhasil digagalkan di Banyuwangi, Jawa Timur pada Jumat, (8/10/2024) malam.
Keberangkatan mereka dari Dusun Kemanduran, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo berhasil digagalkan lewat operasi gabungan yang terdiri dari SFQR Lanal Banyuwangi dan Unit Intel Kodim 0825 Banyuwangi.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengamankan 18 imigran, terdiri dari 16 laki-laki asal Pakistan dan 2 perempuan asal Aceh, Indonesia.
“Total yang kami amankan sebanyak 16 pria warga negara Pakistan dan dua perempuan asal Aceh. Salah satu dari warga asal Aceh ini merupakan anak di bawah umur,” terang Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz saat ungkap hasil penyergapan pada Sabtu, (9/11/2024).
Hafidz mengurai kronologi penangkapan yang berawal dari patroli rutin di Selat Bali yang menemukan kapal mencurigakan karena bergerak dari timur menuju ke barat (daratan) tanpa menyalakan lampu.
Petugas patroli makin curiga sebab kapal justru melaju semakin cepat saat hendak didekati oleh kapal patroli Lanal Banyuwangi, sehingga kemudian petugas berkoordinasi dengan Kodim 0825/Banyuwangi untuk membantu penanganan di daratan.
“Rombongan tersebut telah ditunggu oleh dua mobil yang masing-masing disopiri oleh warga lokal dan warga Pakistan,” beber Hafidz.
Namun belum sempat diamankan, sopir kendaraan kabur, sementara pemeriksaan kepada rombongan terus dilakukan karena petugas mengalami kendala berubah-ubahnya keterangan rombongan saat diperiksa.
Sebagai barang bukti, petugas mengamankan satu kapal GT 14, KMN Permata 86 beserta dokumen lengkap, bahan bakar 2000 liter, dan peralatan navigasi menuju Pulau Christmas.
Petugas juga mengamankan tiga mobil, 17 buah swimvest, empat buah handphone, GPS Garmin, dan tiga paspor. (Fitri)
