3 Cagub Jawa Timur Adu Gagasan Soal Demografi Madura, Masih Bagian Jatim atau Bukan?

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2024 10 19 at 13.59.33 03e7a4ad
Debat Publik Perdana Pilgub Jatim 2024 di Graha Unesa Surabaya, Jumat (18/10/2024). (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Tiga pasangan calon Gubernur (Cagub) dan calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur 2024 beradu gagasan dalam debat publik perdana Pilgub Jatim 2024 di Graha Unesa Surabaya, Jumat (18/10/2024).

Dalam debat yang bertemakan “Transformasi Sosial dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Lokal Untuk Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur” tersebut, tiga srikandi Jatim saling cecar soal demografi, kemiskinan, dan kesenjangan di Madura.

Berawal dari pertanyaan cagub nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah kepada cagub nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa mengenai aspirasi masyarakat Madura yang merasa termarjinalkan eksistensinya selama kepemimpinan Khofifah lima tahun kebelakang. Luluk kemudian menanyakan bagaimana langkah-langkah paslon nomor urut 2 untuk meningkatkan posisi, status, kesejahteraan, dan ekonomi masyarakat Madura.

Khofifah mengatakan pada program kerja yang sebelumnya telah membangun Pelabuhan Jangkar meskipun berada di Situbondo tapi pelabuhan tersebut juga melayani masyarakat Madura. Ia juga telah membangun pelabuhan-pelabuhan di beberapa titik di Madura dan melakukan renovasi terhadapnya dengan tujuan untuk membangun konektivitas masyarakat Madura.

“Kami juga bersama PLN, kami sudah menyiapkan PLTS di 22 pulau yang ada di Sumenep. Harapan kami adalah mereka terkoneksi power plan, mereka terkoneksi perhubungan lewat laut,” papar Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan, dalam bidang kesehatan, pihaknya setiap tahun sudah mengirimkan kapal-kapal dengan dokter spesialis untuk memberikan layanan kesehatan di Pulau Madura.

“Kami setiap tahun empat kali kami kirim kapal dengan dokter-dokter spesial kemudian mereka memberikan layanan-layanan kesehatan di pulau-pulau di Madura. Inilah cara kami memuliakan masyarakat madura dan cara kami memberdayakan mereka,” tambah Khofifah.

Luluk pun menanggapi jawaban dari Khofifah dengan menyinggung soal fungsional Jembatan Suramadu yang belum menjadi jembatan ekonomi bagi masyarakat Madura. Ia juga melihat adanya potensi pergaraman yang besar dan ekosistem pertanian jagung di Madura sehingga Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor.

“Andaikan kita mendukung ekosistem di sana maka Madura menjadi sumber pangan jagung terdepan di Indonesia,” pungkas Luluk.

Tak mau kalah, cagub nomor urut 3, Tri Rismaharini ikut memberikan responnya terkait permasalahan yang dihadapi Pulau Madura mulai dari kekurangan sumber air, pemanfaatan garam industri dan tembakau hingga penanganan para pekerja migran.

“Tanpa adanya infrastruktur yang baik di Madura maka itu akan menjadi kesulitan,” ungkap Tri Rismaharini.

Diketahui, Pilgub Jawa Timur 2024 diikuti oleh 3 pasangan calon (paslon). Paslon nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Hakim, paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, dan paslon nomor urut 3, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans). (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page