Bupati Grobogan: Penanganan Stunting 2024 Sesuai Target

Avatar of Redaksi
IMG 20241002 WA0149
Bupati Grobogan Sri Sumarni pimpin rapat Koordinasi persiapan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di gedung Riptaloka, Setda Grobogan (Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten Grobogan menargetkan penanganan stunting dapat ditekan menjadi 14 persen sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) saat ini.

Hal itu, diungkapkan oleh Bupati saat dirinya memimpin rapat Koordinasi persiapan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Rabu (2/10/2024).

“Tahun 2024 ini target Nasional dan target RPJMD kita, untuk penurunan stunting adalah diangka 14 persen,” ujar Sri Sumarni.

Dikatakan, Tahun 2024 ini SSGI diberitahu Blok Sensus dan Balita Stunting. Maka Bupati Sri Sumarni minta tolong, koordinasikan dengan baik, serta persiapkan sebaik-baiknya.

“Berikan intervensi spesifik yang memungkinkan praktis untuk perbaikan Balita stunting dan berikan edukasi yang tepat bagi para orang tua, agar mampu memberikan jawaban terbaik saat dilakukan wawancara,” pinta Bupati.

Ia berharap kepada semua yang terlibat untuk satu bahasa, satu langkah dan semangat bersama untuk mensukseskan SSGI 2024.

“Mulai Pak Sekda yang saat ini juga menjabat Plt, Kadinkes dan jajaranya, TP.PKK, Para Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa dan Forum Kesehatan Desa, saya minta satu bahasa, satu langkah dan semangat bersama untuk mensukseskan SSGI 2024,” terangnya.

“Dengan harapan mendapatkan hasil terbaik, Angka Stunting Grobogan bisa kembali seperti tahun 2021, yaitu dibawah 10 persen, aamin,” imbuh Sri Sumarni.

Sebelumnya, ia menjelaskan kondisi stunting di kabupaten Grobogan pada tahun sebelumnya. Diantaranya Tahun 2021, Kabupaten Grobogan pernah jadi contoh baik Nasional, karena stunting diangka 9,6 persen. Sehingga menjadi terbaik Jawa Tengah dan 2 Kabupaten terbaik Nasional.

“Kepala Bappeda saat itu diundang nara sumber kemana-mana,” ungkapnya.

Namun, sambung Sri Sumarni, satu tahun berikutnya pada tahun 2022, angka Stunting naik signifikan diangka 19,3 persen. Dan ditahun terakhir, yaitu tahun 2023 diangka bertambah menjadi 20,2 persen.

Ia mengajak stakeholder yang terkait untuk memaksimalkan Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau EPPGBM.

“Mari kita evaluasi bersama. Disisi lain melalui EPPGBM dan penimbangan serentak, stunting kita tidak lebih dari 10 persen,” katanya.

Sri Sumarni menambahkan, permasalahan Stunting sangatlah penting untuk didukung bersama dan intervensinya harus lebih masif lagi.

“Karena kita wajib menyiapkan generasi Emas di Tahun 2045. 20 tahun ke depan, usia produktif didominasi oleh anak-anak yang saat ini Balita,” pungkasnya (Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page