
Jember, kabarterdepan.com- Para Atlet Drumband PON Jawa Timur yang baru saja pulang dari arena PON Aceh-Sumut menggelar tasyakuran sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Cafe Rindu Kawasan Semeru, Minggu (22/9/2024) malam.
.turut hadir dalam kegiatan itu 17 atlet Drumband asal Jember. Diketahui, para atlet sudah berjuang membela kontingen Jawa Timur pada multi even PON XXI dan berhasil membawa pulang 1 emas dan 4 perunggu, sehingga menempati peringkat 8 untuk cabor drumband.
Hadir pula pada acara tasyakuran manager Drumband PON Jatim Tri Basuki, seluruh wali Atlet Drumband asal Jember, asisten pelatih Galeh dan Sony Harsono.
Ketua Paguyupan atlet Drumband Jawa Timur Sukirno menyampaikan ungkapan rasa syukur perjuangan atlet drumband Jawa Timur pada perhelatan PON XXI Aceh-Sumut. Dengan hasil yang telah diraih membawa pulang 1 emas 4 perunggu, patutlah bersyukur apa yang sudah digariskan oleh Allah SWT.
“Suka duka mulai tahap seleksi atlet tidaklah ringan mulai berlatih hingga tanding tidaklah mudah,” ujarnya.
Sukirno menambahkan, PON Aceh-Sumut merupakan event olahraga bergengsi di tahun ini.
“Acara ini wajib dihormati jika anak negeri meraih prestasi. Event demi event sudah dilalui, harapan tak kunjung terpenuhi, semua nilai tidaklah pasti, upaya juri dalam mengais rezeki medali terbagi. Usaha para atlet tak dihiraukan lagi, tak takut para juri pada Azab Illahi,” imbuhnya.
Sementara Tri Basuki menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet Drumband PON Jatim yang selama 8 bulan digembleng masuk Puslatda dengan satu harapan bisa meraih medali emas sebanyak mungkin.
Namun apa daya impian kalian semuanya mulai dari pelatih Wali Atlet untuk mewujudkan cita cita 5 emas belum dikabulkan di PON XXI.
“Semua ini perlu diketahui adanya permainan yang masif terstruktur dilakukan oknum PB PDBI, dewan juri hingga TD untuk bagi bagi medali emas . Dampaknya Drumband jawa timur harus rela berada di juru kunci dengan 1 emas 4 perunggu,” bebernya.

“Kejadian semua yang ada kaitannya dengan penilaian dewan juri hingga bagi-bagi medali sudah kami laporkan ke Kemenpora maupun KONI Pusat Semoga ditindaklanjuti, ” ungkap Tri Basuki dengan nada kecewa karena dirinya juga mendapat intimidasi saat manager meeting.
Dia menambahkan, sebenarnya di hari pertama lomba LBJP Jawa Timur harus mendapat 2 emas Emas pertama LBJP 400 M putra, diakui memiliki waktu yang terbaik dari 8 provinsi peserta sehingga tidak bisa direkayasa oleh dewan juri .
Begitu memasuki lomba LBJP 800 m, Jawa Timur yang memiliki limit waktu paling apik, ternyata saat diumumkan pemenangnya bukanlah Jawa Timur, tapi tuan rumah Sumut yang mendapat 1 emas, DKI Perak dan DIY Perunggu. Sedangkan Jawa Timur berada di urutan 4, tidak dapat medali disinilah permainan masif dimulai .
“Kenapa saya katakan masif berstruktur dari dewan Juri yang bertugas karena setiap kegiatan lomba peserta tidak menerima salinan penilaian dewan juri, padahal itu amat penting bila melakukan protes, peserta memiliki dasar hukum untuk protes,” ungkap Tri Basuki.
Lebih lanjut Tri Basuki menegaskan menjadi manager Drumband PON XXI ini merupakan yang terakhir. Begitu juga untuk manager drumband untuk tim Porprov jember menghadapi PORPROV Jatim 2025 di Malang.
“Sudah cukup sampai disini, Kemudian untuk PORPROV Jatim di Malang kami serahkan kembali ke PDBI Jember. Karena kami ingin fokus mempersiapkan tim di lomba AMG di Malaysia bulan Mei 2025,” bebernya. (Lana)
