
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto berupaya agar para remaja putri Bumi Majapahit yang juga menjadi calon ibu kedepannya bisa terhindar dari anemia kronis.
Salah satunya, mengajak para siswi untuk minum Tablet Tambah Darah (TTD) agar terhindar dari anemia kronis. Selain itu, minum TTD juga bertujuan untuk menangani ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia yang disebut dengan stunting.
Ajakan minum TTD Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati gaungkan saat ia menghadiri Dies Natalis ke-43 Tahun SMAN 1 Mojosari yang bertema ‘SMANSAMOZAR Ukir Prestasi’, di SMAN 1 Mojosari, Kamis (22/8) pagi.
“Ini merupakan program yang biasa dilakukan pemerintah daerah melalui ‘Jumat Ceria’ untuk menyiapkan anak-anakku semuanya yang nantinya menjadi calon ibu. Untuk menjadi calon ibu yang sehat itu persiapannya panjang, bukan nanti pada saat kalian sudah menikah baru siap-siap menjadi calon ibu, dari sekarang kalian dipersiapkan untuk menjadi calon ibu. Oleh karena itu tidak boleh kekurangan darah” ujar Bupati Ikfina di hadapan para siswi SMAN 1 Mojosari.
Bupati berlatar belakang seorang dokter ini mengimbau, agar para remaja putri untuk meminum TTD secara rutin seminggu sekali, karena kekurangan darah atau anemia kronis dapat disebabkan oleh menstruasi setiap bulan yang dialami oleh wanita.
Saya meminta untuk anak-anakku semuanya khususnya siswi untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah setiap seminggu sekali yaitu pada hari Jum’at. Tablet tambah darah ini penting untuk para perempuan karena mengalami datang bulan mengeluarkan darah yang banyak. Hal ini mencegah terjadinya anemia atau kekurangan darah,” terangnya.
Untuk mencukupi kebutuhan darah dalam tubuh, lanjut Bupati Ikfina, perlu mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, karena zat besi menjadi salah satu faktor utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh. Selain itu, tubuh membutuhkan zat besi sebesar 15 mg setiap harinya.
Zat besi menjadi pendukung utama dalam memproduksi sel darah merah dan sel darah putih, untuk memproduksi sel darah tersebut membutuhkan makanan yang mengandung zat besi Seperti bayam, daun ketela, kacang-kacangan dan makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu hati, bisa hati ayam , kambing, sapi, dan kuning telur,” jelasnya.
Di akhir arahnya, Bupati Ikfina juga mengatakan, bahwa meminum kopi atau teh setelah makan dapat menghambat penyerapan zat besi pada tubuh.
“Terdapat dua faktor yang dapat menghambat dan mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh, yakni minum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Akan tetapi minum jus jeruk atau semacamnya bisa mempercepat penyerapan zat besi di dalam usus,” kesimpulan.
Diketahui, pada pelaksanaan minum TTD, Bupati Ikfina menyerahkan secara simbolis TTD kepada perwakilan Kepala Sekolah SMAN I Mojosari. Pelaksanaan tersebut, juga turut serta melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Ninik, Kepala Puskesmas Mojosari, Kepala Sekolah Modopuro, dan jajaran Forkopimca Mojosari. (*)
