
Grobogan, kabarterdepan.com – Perum Perhutani kawasan pemangku hutan (KPH) Purwodadi mendukung program nasional tentang swasembada gula pada tahun 2025. Dengan melakukan panen perdana Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) di petak 62-f Pekuwon BPKH Bandung KPH Purwodadi, Desa Tanjung Harjo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Rabu (21/8/2024).
Administratur/KKPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan mengatakan luasan lahan yang dipanen pada panen perdana seluas 17,1 hektar. Dari luas tanam tebu itu, KPH Purwodadi diharapkan dapat memproduksi gula sebesar 1.060 ton.
“Hasil panen kemudian akan dikirim ke pabrik gula (PG) Rajawali di Madiun,” katanya
Untoro mengungkapkan jika melihat ciri fisik tanaman tebu yang digarap, pihaknya optimis target produksi 62 ton per hektar bisa tercapai.Bahkan menurut perhitungan dari PG Rajawali, lanjut dia, estimasi produksinya bisa mencapai 65-70 ton.
“Insya Allah hasil panen perdana ini bisa memenuhi target,” imbuhnya.
Penanaman tebu ini merupakan mandat dari Presiden RI untuk mencapai target ketahanan pangan (swasembada gula-red). Direksi kemudian diminta untuk melakukan kegiatan tanaman tebu di kawasan hutan.
Pihaknya mejelaskan, untuk wilayah Jawa Tengah tahun ini telah melakukan penanaman tebu di lahan seluas 1.039 hektar dengan target produksi sebesar 64.474 ton gula. Sedangkan KPH Purwodadi ditarget untuk menanam tebu di lahan seluas 512 hektar.
“Jadi penanaman tebu ini untuk pemenuhan kebutuhan tebu nasional. Dalam rangka untuk mencapai target swasembada gula pada tahun 2025,” katanya.
Pada prosesnya pihak KPH Purwodadi melibatkan unsur masyarakat utamanya beberapa Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan pihak aparat desa untuk mengolah, merawat hingga pemanenan.
Sementara itu Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Pekuwon-BPKH Bandung Bambang Kustantoro menyebutkan bahwa lahan yang kini ditanami tebu ini semula merupakan tegakan pohon jati atau Jati Plus Perhutani (JPP) Stek Pucuk (SP).
Kemudian untuk mendukung program pemerintah, lahan itu diganti dengan tanaman tebu. “Baru ditanami tebu tahun ini. Sebelumnya tegakan pohon jati,” ujarnya.
Hadir dalam acara Wakil Administratur KPH Purwodadi Toto Suwaranto, Kasi Produksi dan Ekowisata Arif Yudiarko, Asper/KBKPH Bandung Sri Purwanto, Forkompimcam dan segenap masyarakat LMDH. (Masrikin)
