Dinkes Jateng Targetkan Capaian Imunisasi 2024 melalui Program BIAS

Avatar of Redaksi
IMG 20240809 WA0055
Yuni Dyah Suminar, Kepala Dinas Kesehatan Jateng. (Ahmad Ali/kabarterdepan.com)

Semarang, Kabarterdepan.com – Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) menjadi momen untuk optimalisasi pencapaian target imunisasi dasar lengkap hingga akhir 2024.

Demikian ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah (Jateng) Yunita Dyah Suminar di kantornya, Jumat (9/8/2024).

“Imunisasi dasar lengkap capaiannya masih 40 persen sampai Juli. Harusnya bulan ini 50 persen. Maka harus ada imunisasi ngejar target,” katanya.

Sebagaimana dilansir media, peluncuran BIAS, Imunisasi Kejar, dan Population Clock diselenggarakan di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Kamis (8/8/2024).

Yunita menjelaskan imunisasi tersebut akan menyasar anak-anak di sekolah dasar (SD) di wilayah Jateng untuk kelas 1, 2, 5, dan 6.

Beberapa imunisasi yang diberikan, di antaranya Diphteria Tetanus (DT), Measles Rubella (MR), dan Human Papiloma Virus (HPV).

“Kalau imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks dengan sasaran prioritas yang telah ditetapkan, ini baru tahun kedua dilakukan. Imunisasi HPV harganya cukup mahal dan efektif mencegah kanker serviks, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan,” katanya.

BIAS menjadi cara Dinkes Jateng, lanjutnya, mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, sebab ada beberapa penyakit yang bisa dicegah lewat imunisasi, seperti polio dan tuberkulosis (TBC).

“BIAS menjadi upaya kami untuk mengedukasi masyarakat berkaitan dengan imunisasi sebetulnya bisa mencegah penyakit. Harapannya kalau di imunisasi anak-anak tidak kena penyakit. Contohnya polio dan TB,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jateng Shinta Nana Sudjana mengatakan perlunya dukungan dan fasilitas dari berbagai pihak agar program imunisasi bisa berjalan dengan baik.

Shinta menegaskan TP PKK Jateng mendukung penuh program-program untuk kesehatan masyarakat sejak dini.

“TP PKK Jateng siap mendukung setiap upaya menyehatkan anak melalui program imunisasi dan inovasi Population Clock. PKK kabupaten/kota di Jateng bisa dilibatkan agar bisa memberikan dukungan dalam menyukseskan program imunisasi,” katanya.

Sedangkan, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI Bonivasius Prasetya Ichtiarto yang dihubungi via sambungan telepon mengatakan, tema Population Clock diangkat agar masyarakat bisa tahu, setidaknya jumlah penduduk.

Jika masyarakat sudah tahu, katanya, isu selanjutnya bisa masuk seperti isu pendidikan, kesehatan, dan stunting.

“Ketika masyarakat, termasuk pemerintah, mulai peduli dengan isu kependudukan, merencanakan pembangunan di daerah masing-masing, maka kependudukan menjadi tema utamanya,” pungkasnya. (Ahmad)

Responsive Images

You cannot copy content of this page