
Sragen, kabarterdepan.com – Prevalensi angka penurunan stunting berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) per Desember tahun 2023 Kabupaten Sragen sebesar 18,4 persen. Sebelumnya di tahun 2022 sebesar 24,3 persen. Dilihat dari angka tersebut, presentase penurunan stunting di Sragen mengalami trend kenaikan sebesar 4,8 persen
Hal itu disampaikan Tim kerja pengendalian kependudukan dan keluarga berencana nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Joko Santoso saat menghadiri sosialisasi program Dashat (dapur sehat) Kampung keluarga berkualitas (KB) di aula desa Jurangjero, Kecamatan Karang malang, Kabupaten Sragen Kamis (25/7/2024).
Menurutnya, progres penurunan stunting di Kabupaten Sragen sudah cukup bagus meskipun angkanya masih banyak. Dari perolehan presentase per Desember 2023 Kabupaten Sragen menempati posisi urutan ke-3 se Jawa Tengah.
“Penurunan stunting di Sragen berada diurutan ketiga teratas setelah Kabupaten Demak dengan 6,7 persen dan Kabupaten Brebes 7,5 persen ,” ungkap Joko.
Dikatakannya, banyak cara dilakukan pemerintah untuk cegah stunting, salah satunya adalah penguatan program Dahsyat (dapur sehat) Kampung keluarga berkualitas (KB) yang dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Seperti halnya saat ini, sambung Joko, kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat di kampung KB desa Jurangrejo, bertujuan untuk penguatan penyelenggaraan dapur sehat dengan memanfaatkan menu sehat berbasis pangan lokal.
“Program ini dilaksanakan setelah diterbitkannya perpres nomor 72 tahun 2022 tentang prioritas penyelengaraan program penurunan stunting,” sambung Joko.
Joko berharap, melalui program penguatan kelompok masyarakat di kampung KB dapat memberikan manfaat yang positif untuk menekan angka stunting di tahun 2024.
“Semoga tahun 2024 angka stunting dapat turun dengan maksimal di Sragen dan kabupaten lainnya di provinsi Jawa Tengah,” tandasnya.
Sementara Kepala Desa (Kades) Jurangjero Prantiyono mengatakan, desanya selalu siap jika ditunjuk sebagai tuan rumah sosialisasi penguatan pemberdayaan kelompok masyarakat dalam penurunan stunting. Menurutnya, menu sehat berbahan pangan lokal bisa dengan mudah didapatkan masyarakatnya.
“Bahan pangan lokal yang sehat sangat mudah didapat, kita (Pemerintah Desa) bersama bidan desa berkomitmen untuk senantiasa mendukung program penurunan stunting dari pemerintah,” singkatnya.
Sebagai tambahan informasi, dalam kegiatan sosialisasi itu, selain Muspika setempat, hadir juga sejumlah mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret (USM) Surakarta.
Berbagai materi tentang stunting disampaikan dalam acara tersebut, selain terdapat demo pengolahan masakan berbahan pangan lokal terdapat juga pembagian bingkisan kepada anggota kelompok masyarakat kampung KB yang ikut kegiatan tersebut. (Masrikin).
