Turunkan Angka Stunting, Bupati Mojokerto Edukasi Warga Soal Pencegahan

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 07 24 at 11.03.26 AM
Implementasi pencegahan dan penanggulangan stunting yang bertajuk ‘Pencegahan Stunting Melalui Parenting’ (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya.

Guna mencegah terjadinya kelahiran bayi stunting itu, Bupati Ikfina melaksanakan edukasi pencegahan dan penanggulangan stunting kepada ibu-ibu se-Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari.

Implementasi pencegahan dan penanggulangan stunting yang bertajuk ‘Pencegahan Stunting Melalui Parenting’ tersebut dilaksanakan di Pendapa Kecamatan Mojosari, Selasa (23/7) siang.

Dalam arahannya, Bupati Ikfina menjelaskan, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi masalah yang besar yaitu terkait dengan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia yang disebut dengan stunting. Sebab, stunting sangat berpengaruh terhadap kecerdasan anak yang dapat membahayakan masa depan bangsa.

“Kalau balita stunting, ketika dewasa nanti kecerdasannya akan menurun 20% di bawah standar,” bebernya.

Bupati Ikfina juga menjelaskan, salah satu upaya yang dapat dilakukan agar bayi tidak lahir stunting yakni ibu hamil harus terpenuhi gizinya.

“Normalnya lahir itu otaknya 25 persen dari orang dewasa normal, tetapi jika selama kehamilan ibu itu KEK (Kurang Energi Kronis) dan kurang gizi maka bayinya kecil dan otaknya dibawah 25 persen orang dewasa normal,” jelasnya.

Selain itu, pasangan usia subur (PUS) terlalu tua atau ibu di atas 35 tahun serta ibu yang memiliki tensi tinggi dan penyakit jantung dianjurkan oleh Bupati Ikfina untuk tidak hamil lagi, karena sangat berisiko melahirkan bayi stunting.

“Karena tensi tinggi itu darah yang sampai tidak banyak tapi tekanannya tinggi,” jelasnya.

Selain mencegah terjadinya stunting, Bupati Ikfina juga menegaskan, bahwa pembentukan otak pada anak akan selesai pada usia 5 tahun. Maka sebagai orang tua wajib memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI dengan kaya akan zat pembangun.

“Jadi nanti kasih makan itu bertahap dan karena butuh pertumbuhan, maka harus ada zat pembuat atau zat tumbuh yaitu salah satu dari telur, daging, ayam, ikan, dan susu,” ujarnya.

Di akhir arahnya, Bupati Ikfina berharap dengan dilaksanakannya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting ini, para ibu-ibu di kelurahan Sawahan dapat ikut andil dalam mencegah terjadinya kelahiran bayi stunting di wilayahnya.

“Jadi kita berharapnya tidak ada gizi kurang dan tidak ada gizi buruk, sehingga kalau sudah begitu tidak akan ada stunting. Anak-anak tidak hanya butuh gizi, tapi juga butuh penerimaan, penghargaan, dan kasih sayang,” tutupnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Mojosari, Forkopimca Mojosari, dan Lurah Sawahan. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page