Ditusuk Istri Pakai Obeng, Polisi di Jombang Alami KDRT

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2024 06 14 at 1.27.49 PM
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (Freepik)

Jombang, Kabarterdepan.com – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di lingkup korps Bhayangkara kembali terjadi di Jombang. Seorang polisi yang diketahui berdinas di Satlantas Polres Jombang, ditusuk istrinya sendiri menggunakan obeng.

Briptu FS (32) diketahui berdinas di unit Satlantas Polsek Ploso, Jombang, Jawa Timur. Sedangkan istrinya VI (30) adalah bidan yang berdinas di Ruang Paviliun Upaya Waluya RSUD Jombang.

Penusukan dipicu lantaran FS memergoki VI berselingkuh dengan W, salah satu dokter yang berdinas di RSUD Jombang.

Namun, hal ini dibantah Polres Jombang melalui Kasi Propam, Ipda Muhamad Teguh.

Meski belum gamblang, diketahui dari hasil pemeriksaan polisi, permasalahan rumah tanggalah yang menjadi penyebab terjadinya pertengkaran antara Briptu FS dan VI.

“Kami menangani secara internal, dan kedua pihak sudah kita pertemukan dan akhirnya mereka sepakat diselesaikan dengan kekeluargaan, mereka juga sepakat untuk membangun kembali hubungan rumah tangga,” ujar Ipda Muhamad Teguh.

Lebih lanjut ia menegaskan, persoalan rumah tangga itu disebabkan adanya kesalahpahaman, yang berujung cekcok hingga tindak pemukulan yang dilakukan oleh VI terhadap FS.

“Pemicunya biasa masalah kesalahpahaman, tidak ada yang lain-lain, hanya kesalahpahaman biasa saja,” ujar Teguh.

Saat ditanya bagaimana kronologis kekerasan yang dialami oleh Briptu FS, Teguh menjelaskan, semula pada Sabtu ( 6/7) malam sekitar pukul 23.00 WIB, terjadi kesalahpahaman antara korban dengan istrinya. Hingga akhirnya terjadilah pemukulan terhadap korban.

“Kronologinya saat terjadi kesalahpahaman mereka cekcok kemudian istri kebetulan memegang hp kemudian spontan tidak ada unsur kesengajaan dilempar ke suami,” kata dia.

Akibatnya, Briptu FS mengalami luka bengkak dan sobek pada bagian kening kepala sebelah kiri.

“Jadi bukan obeng, jika obeng lukanya parah dan tidak dirawat di rumah sakit karena luka biasa,” jelasnya.

Meski tak ada laporan resmi, Briptu FS bersama VI istrinya akan dilakukan pembinaan konseling di internal kepolisian.

“Dari kedua pihak menjalani pemeriksaan di internal kepolisian, kami akan lakukan konseling agar rumah tangga mereka normal,” pungkasnya.

Ditanya apakah cekcok antara FS dengan VI disebabkan masalah perselingkuhan, Teguh menyebut bahwa dari hasil pemeriksaan polisi, tidak ada tanda-tanda ke arah hubungan gelap atau perselingkuhan.

“Dari pemeriksaan kita, belum ada tanda-tanda ke arah situ. Hanya masalah kesalahpahaman biasa. Yang jelas bukan masalah ekonomi karena mereka berdua bekerja, jadi agak ada hubungannya dengan masalah ekonomi,” pungkas Teguh. (Rebeca)

Responsive Images

You cannot copy content of this page