Varietas Jagung Ungu di Grobogan Agro Expo 2024 Menyita Perhatian Pengunjung

Avatar of Redaksi
Produk jagung varietas Lilac 22 F1 di klaim bermanfaat bagi kesehatan tubuh.( Masrikin/kabarterdepan.com)
Produk jagung varietas Lilac 22 F1 di klaim bermanfaat bagi kesehatan tubuh.( Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Ada yang unik dan menarik di Grobogan Agro Expo 2024 di Dinas Pertanian Kabupaten (Dispertan) Grobogan.

Salah satu Stand dan demplot PT Advanta Seeds Indonesia menyita perhatian pengunjung terutama para petani. Ketertarikan para pengunjung disebabkan adanya tanaman jagung berwarna ungu yang memiliki rasa manis dan pulen seperti ketan.

Salah satu tim marketing wilayah Jawa Tengah yang ada di lokasi Stand PT Advanta, Aryo nugroho mengatakan, kebanyakan pengunjung antusias bertanya soal jagung ketan ungu varietas Lilac 22 F1 karena warnanya beda dengan jagung pada umumnya.

Aryo menuturkan, jagung ungu Lilac 22 F1 memiliki kandungan antioksidan cukup tinggi sehingga bermanfaat untuk kekebalan tubuh. Mengkonsumsi jagung ini diyakini dapat membantu menurunkan resistensi insulin, menjaga kesehatan jantung, mencegah penyakit kanker serta mengatasi obesitas.

“Jagung ketan ungu ini punya keunggulan, selain rasa manis saat usia muda, teksturnya rasanya seperti ketan, dan mengandung antioksidan yang cukup tinggi,” ucapnya, Sabtu (6/7/2024).

Menurutnya, jagung ungu bisa dikonsumsi mentah tanpa harus dimasak terlebih dahulu jika dipanen pada usia muda. Jagung ini memang dikelola untuk dikonsumsi, bukan untuk pakan ternak.

“Jagung ungu bisa dijadikan produk olahan makanan seperti bubur ketan, risol isi jagung ketan bahkan bisa dibuat nasi jagung ketan,” jelasnya.

Disamping itu, lanjut Agung, jagung ketan ungu juga mempunyai keunggulan lain, yakni saat memanen, varietas ini punya dua pilihan waktu panen yakni panen muda atau saat sudah cukup umur.

“Jika waktu panen varietas jagung lain berkisar 100 hari, jagung ketan ungu varietas Lilac 22 F1 bisa dipanen dalam usia 60 hari atau 70 hari,” tuturnya.

Sementara, koordinator PT Advanta wilayah Jawa Tengah Muhammad Ihsan menambahkan, kehadiran jagung ungu sebagai ikon baru di PT Advanta. Pihaknya mengaku sudah mempunyai petani binaan sejumlah wilayah di Jawa Tengah, seperti di Kabupaten Kudus, Grobogan dan Pati.

“Untuk hasil panen jagung ungu usia muda atau basah, petani bisa menghasilkan jagung 18 hingga 19 ton per hektare, sedangkan untuk hasil pipil kering bisa mencapai 9 ton per hektare,” ungkapnya.

Dikatakan Ihsan, varietas jagung ungu Lilac 22 F1 merupakan barang eklusif karena belum banyak petani yang menanamnya. Pihaknya menjelaskan, bahwa saat ini PT Advanta telah menggandeng beberapa pengusaha dalam rangka membuka pasar jagung ungu tersebut.

“Saat ini harga stabil berkisar Rp 15 ribu, sedangkan untuk harga jagung kering berkisar Rp 25 ribu per kilo,” tandasnya

Pada kesempatan tersebut, Ihsan juga menyebutkan tentang produktivitas benih perusahaannya yang berpusat di Pasuruan Jawa Timur tersebut tidak hanya berfokus pada jagung dan tanaman hortikultura.

“Advanta Seeds Indonesia juga menghasilkan benih sayuran bermutu tinggi seperti cabai, tomat, wortel, kacang panjang, dan timun, serta pare,” jelasnya.

Salah satu pengunjung Grobogan Expo Partono, asal Ngaringan yang berkesempatan mencicipi tester jagung ketan ungu mengatakan, selain unik dari warnanya, dari sisi rasa jagung ini tidak terlalu manis sehingga layak dijadikan alternatif bahan pokok. Selain itu teksturnya lengket seperti ketan,

“Menarik dan unik, ada jagung warna ungu, saat saya coba rasanya pulen agak manis seperti beras ketan,” ucapnya.

Hartini pengunjung lainnya mengatakan, dirinya sangat tertarik dengan jagung yang berwarna ungu.

“Baru tahu ada jagung berwarna ungu, teryata banyak manfaatnya terutama untuk kesehatan, bisa untuk konsumsi penderita diabetes,” ucapnya kepada kabarterdepan.com saat di lokasi.

Karena dinilai bagus untuk kesehatan, Hartini kemudian sengaja membeli bibit jagung ungu tersebut. Rencananya ia akan mencoba menanam jagung ungu di area pekarangan tempat tinggalnya. (masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page