Kemnaker Resmikan SMK Asy Syarif Mitra Industri Mojokerto, Hasilkan Tenaga Kerja yang Kompeten

Avatar of Redaksi
Menaker Ida Fauziyah saat meresmikan SMK Asy Syarif Mitra Industri Mojokerto, Sabtu (22/6/2024). (Alief Wahdana/kabarterdepan.com)
Menaker Ida Fauziyah saat meresmikan SMK Asy Syarif Mitra Industri Mojokerto, Sabtu (22/6/2024). (Alief Wahdana/kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) laksanakan sosialisasi Pemagangan ke Luar Negeri, hal ini bertujuan sebagai upaya menciptakan angkatan kerja sesuai kebutuhan industri menuju Indonesia Emas.

Sosialisasi ini dilaksanakan di Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syarif, Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto Sabtu (22/6/2024). Sejumlah perwakilan perusahaan ternama di Indonesia turut datang dalam agenda ini.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Ida Fauziyah mengatakan, pemagangan ke luar negeri merupakan bagian dari pelatihan vokasi kerja dan menjadi salah satu metode peningkatan kompetensi.

Menurutnya sekarang ini Indonesia merupakan negara pengirim tenaga kerja magang ke Jepang nomor 2 paling banyak setelah Vietnam. Peningkatan ini menjadi bukti bahwa perusahaan Jepang sangat tertarik dengan kualitas tenaga kerja magang dari Indonesia.

“Hal ini menjadi salah satu faktor yang menekan angka pengangguran di negara kita,” ujarnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 lanjut Ida Fauziyah, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) negara kita sekarang sebesar 4,82 persen menurutnya angka ini merupakan prosentase terkecil setelah era reformasi.

“Di saat negara di seluruh dunia sedang mengalami gejolak ekonomi yang tidak mudah, Alhamdulillah kita mampu melewati tantangan ini,” ucapnya.

Menghadapi tantangan kerja yang semakin kompleks ini, menurutnya Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syarif bekerja sama dengan SMK Mitra Industri MM2100 menyiapkan pendidikan vokasi guna menyiapkan tenaga kerja yang kompeten di era industrialisasi.

“Harapannya setelah diresmikannya SMK Asy-Syarif Mitra Industri ini, mampu menghasilkan tenaga kerja yang mempunyai skill sesuai dengan kebutuhan industri sekarang,” imbuhnya.

Menurut Ida Fauziyah salah satu faktor terciptanya pengangguran adalah tidak terserapnya tenaga kerja karena skill mismatch output dari sekolah.

“Skill mismatch adalah ketika keahlian yang dimiliki oleh tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri,” pungkasnya.

Wakil Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Darwoto menjelaskan pihaknya bersama dengan KADIN dan juga Himpunan Kawasan Industri Wilayah Jatim mendukung penuh pendidikan vokasional yang diterapkan di SMK Asy Syarif ini.

“Saat kami sebagai pelaku industri ini ikut cawe-cawe dalam kurikulum pendidikan vokasi maka tentunya hasil yang diharapkan akan sesuai dengan kebutuhan industri sekarang ini,” pungkasnya. (Alief)

Responsive Images

You cannot copy content of this page