Kejuaraan Olahraga Tradisional Piala Bupati Jember, Fortina Surabaya dan Bondowoso Tampil Digdaya

Avatar of Redaksi
Kejuaraan olahraga tradisional di Jember, Selasa (11/6/2024). (Lana/kabarterdepan.com)
Kejuaraan olahraga tradisional di Jember, Selasa (11/6/2024). (Lana/kabarterdepan.com)

Jember, Kabarterdepan com – Tim komunitas Fortina Kota Surabaya dan Bondowoso ikut berpartisipasi pada kegiatan olahraga tradisional multi event yang digelar Fortina Jember kerja bareng Dispora dan Event Organizer memperebutkan Piala Bupati Jember berhadiah total Rp 17.850.000.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kadispora Jember Edi Budi Susilo di lapangan Sukorjo milik Pemkab Jember, selasa (11/6/2024) pagi.

Hadir pada pembukaan Sartini Kadis Koperasi & Usaha mikro, Hadi Mulyono Kadis Pendidikan Jember, Pengurus Kormi Jember, muspika kecamatan Sumbersari.

Didit Suliswanto head Coah POTS Kota Surabaya dikonfirmasi media kabarterdepan.com menjelaskan keikutsertaan di ajang Piala Bupati Jember ini sebagai ajang pemanasan menghadapi Forda Jatim 2 pada bulan September 2024 di Surabaya dan Fornas di NTB tahun 2025.

“Kami mengikuti 3 kategori lomba diantaranya Dagongan, Trompa panjang dan Hadangan,” katanya.

Didit Suliswanto menambahkan, olahraga tradisional di bawah naungan Kormi ini diharapkan agar lebih bisa berkembang dan diminati masyarakat. Untuk itu perlu kiranya masuk kurikulum ekstra kurikuler mulai SD, SMP, SMK, dan SMA.

“Kenapa olahraga tradisional harus masuk ekstra kurikuler di sekolah, mengingat event tersebut tidak hanya digelar tingkat kabupaten saja namun sudah mencakup di level Nasional, makanya di kota surabaya sudah diberlakukan,” bebernya.

Ia menjelaskan, di kota Surabaya olahraga tradisional di bawah binaan Kormi jatim ini sudah sudah masuk kurikulum Ektrakurikuler seperti Pamahan, Dagongan, Hadang Trompa, Egrang dan masih banyak lagi.

Didit Suliswanto menambahkan, club yang dia bina sekarang tanding di Jember ini hasil seleksi dari kejuaraan yang di ikuti oleh sekolah yang ada di surabaya .

“Untuk itulah Kota Surabaya tidak kesulitan untuk regenerasi atlet, karena olahraga tradisional tersebut sudah masuk di sekolah yang ada di Surabaya,” pungkasnya.

Pentingnya Kesinambungan Olahraga Tradisional

Pada kesempatan yang sama, pelatih Hadangan Fortina Bondowoso Anis menjelaskan bahwa kegiatan event di Jember ini perlu berkesinambungan, apalagi pesertanya dari sekolah SMP, SMA dan SMK.

‘Untuk itu olah raga tradisional warisan leluhur ini bisa dimasukkan ekstrakurikuler di sekolah,” ujarnya.

Sementara Edi Budi Susilo membacakan sambutan Bupati Jember mengatakan bahwa olahraga tradisional yang dilaksanakan oleh Fortina merupakan permainan peninggalan dari nenek moyang.

“Perlu dilestarikan oleh pada generasi penerus bangsa Indonesia, yakni para pelajar,” katanya.

“Apalagi olahraga permainan ini sudah dipertandingkan baik level Jawa Timur maupun Nasional. Melalui kejuaraan ini tidak hanya menjaga kebugaran badan kita, lebih dari itu ada multi efect pada Pelaku UMKM di Jember dalam meningkatkan kesejahteraan warga Jember,” imbuhnya.

Pantauan media mengawali hari pertama lomba , tim Fortina putri Kormi Bondowoso ikut ambil bagian di nomor hadangan (gobak sodor) menang dengan mudah menyingkirkan lawannya dari MAN 2 Jember ,SMA 3 maupun SMA 4 .

Untuk diketahui tim putri hadangan Bondowoso ini merupakan Atlet peraih medali emas di FORDA 1 di Malang 2023 dan FORNAS 2023 Bandung .

Kejuaraan Piala Bupati Com Fortina Jember di ikuti 50 tim. Untuk dananya disuport dari APBD Pemkab Jember 2024 . Kemudian untuk Fortina melombakan 4 nomor yakni Trompa ,Egrang ,Dagongan, Hadang (gobak sodor), akan berakhir pada 13 Juni 2024. (Lana)

Responsive Images

You cannot copy content of this page