Pemotor Nyaris Terseret Arus Luapan Air Hujan di Ngoro Mojokerto

Avatar of Andy Yuwono
Tangkapan layar video yang beredar di media sosial. (Redaksi/kabarterdepan.com)
Tangkapan layar video yang beredar di media sosial. (Facebook Info Seputar Ngoro)

Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Mojokerto, membuat genangan air di Jalan Raya di Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin (3/6/2024) sore.

Luapan air itu dari drainase yang tak mampu menampung air hujan yang begitu banyak sehingga menimbulkan arus yang membahayakan pengendara roda dua yang melintas.

Anik Safitri, salah satu netizen mengaploud video berdurasi 31 detik di grup Facebook ‘Info Seputar Ngoro’ yang memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor hampir terseret arus yang sangat deras.

“Pom ngoro langganan banjir monggo dibantu looorr sakno sampe kenyut….(Pom ngoro langganan banjir silahkan dibantu kasian sampai hampir hanyut),” dalam postingannya.

Dari postingan yang di-uploud 2 jam lamanya, video itu ditonton 10.2000 tayangan dan 256 tanda menyukai serta 65 komentar netizen.

Salah satu netizen Akun facebook bernama Darmawan Mawan, menuliskan komentar jika kejadian luapan air hujan itu sejak beberapa waktu terakhir.

“Dari jaman saya dulu tinggal di kampung sampe sekarang masi aja kena banjir ngetrep dan sekitarnya,” tulisnya.

Akun lain bernama Dina Fatma juga berkomentar di dalam postingan grup facebook tersebut.

“Ya Allah eleng jaman krja nang dps lek udan gaiso molee 🥲🥲🥲,” dalam komentarnya.

Sementara itu, Bima warga sekitar saat dikonfirmasi membenarkan jika di kawasan dekat industri itu kerap terjadi luapan air hujan dengan ketinggian sekitar 50 centimeter.

“Hanya sekejap, nanti aja surut,” katanya.

Ia menambahkan, akibat luapan air air hujan tersebut jalan penghubung Mojokerto-Pasuruan dari dua arah itu tersebut sempat tersendat beberapa waktu, pengendara roda dua pun tidak bisa melewatinya.

“Kalau motor yang nekat lewat pasti berbahaya,” pungkasnya.

Sekitar pukul 16.15 WIB, air itupun berangsur surut, dan kedua jalur bisa kembali dilewati roda dua maupun roda empat. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page