
Jombang, Kabarterdepan.com – Siswa kelas 6 sekolah dasar yang diketahui berinisial MI, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur nekat kabur dari rumah orang tuanya.
Perginya bocah SD ini membuat khawatir pihak keluarga. Namun, membuat haru karena bocah ini meninggalkan secarik kertas yang berisi pesan untuk ibu kandungnya.
Kepala Desa Ngusikan, Sutikno Hadi membenarkan informasi kaburnya seorang pelajar dari rumah ibunya itu. Bocah ini sengaja meninggalkan rumah setelah mengalami perbuatan yang mungkin bagi bocah ini tidak mengenakkan.
“Memang dia pergi, ya karena memang sempat dimarahi orang tuanya, dan sampai hari ini dia belum pulang,” kata Sutikno Hadi.
Ia menyebut, proses pencarian juga masih dilakukan oleh banyak pihak hingga saat ini. Tak hanya keluarga, sejumlah perangkat desa juga tengah berupaya mencari tahu keberadaan bocah yang diketahui tak membawa alat komunikasi saat pergi dari rumah itu.
MI diketahui kabur dari rumahnya pada Selasa, (28/5/2024) sekira pukul 21.30 WIB. Secarik pesan yang ditulis tangan di atas kertas berisi pesan kepada sang ibu agar tidak mencarinya.
“Moh pa, aku tak golek i ayah Sanu Iyaa nek gone sopo-sopo. Ojo ngongkon mule mane. Assalamualaikum (Saya mau mencari ayah Sanu Iyaa di tempatnya. Jangan nyuruh pulang lagi. Assalamualaikum),” tulis pesan MI kepada ibunya.
Menurut keterangan salah seorang warga yang namanya enggan disebutkan, MI kabur dari rumahnya di Desa Ngusikan, Kabupaten Jombang diduga setelah dimarahi ibunya.
“Dalam surat itu intinya dia pergi untuk menemui ayah kandungnya di Lumajang, dan tidak usah dicari lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngusikan itu menjelaskan, MI memang diketahui minggat dari rumahnya setelah mengalami perbuatan yang mungkin bagi korban tidak mengenakkan.
“Jadi memang dia pergi, ya karena memang sempat dimarahi orang tuanya, dan sampai hari ini dia belum pulang,” katanya.
Proses pencarian, juga masih dilakukan banyak pihak hingga saat ini. Tak saja keluarga, sejumlah perangkat desa juga tengah berupaya mencari tahu keberadaan MI yang diketahui tak membawa handphone dan alat komunikasi saat pergi dari rumah itu.
“Dia cuma meninggalkan surat saja, ini saya juga sedang di Daerah Dawarblandong untuk melakukan pencarian,” jelas Sutikno. (Rebeca)
