Ngobati Embek Ngowos, Pj Bupati Jombang Komitmen Majukan Kopi Wonosalam

Avatar of Redaksi
Ngobati Embek ngowos
Pejabat Bupati Jombang Sugiat (Dokpri)

Jombang, Kabarterdepan.com – Acara “Ngobati Embek Ngowos” di Sunny Cafe berhasil menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan produk lokal, Sabtu (25/5/2024).

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, kopi Wonosalam diharapkan dapat menjadi salah satu ikon kebanggaan Jombang yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Dalam upaya mempromosikan kopi lokal, acara bertajuk “Ngobati Embek Ngowos” atau “Ngobrol Bareng Bupati, Enake Sambil Ngopi” yang digelar di Sunny Cafe terletak di pusat kota Jombang, menjadi tempat yang ideal untuk acara ini dengan suasana yang nyaman dan modern.

Dalam momen hangat tersebut, para pengunjung disuguhi aroma khas kopi Wonosalam yang menggugah selera, dipadukan dengan suasana hangat dan ramah dari Sunny Cafe.

Acara ini dihadiri oleh Pejabat (Pj) Bupati Jombang Sugiat, yang tidak hanya memberikan sambutan tetapi juga berperan sebagai barista. Pada kesempatan ini, Sugiat juga memperkenalkan produk unggulan daerah, yaitu kopi Wonosalam.

Mendadak Barista di Acara Ngobati Embek ngowos

“Mendadak barista, tiba-tiba saya dipakaikan apron, bak barista profesional saya mencoba teknik mixologi meracik minuman berbahan kopi ekselsa dan beberapa sirup yang salah satu sirupnya buatan arek Jombang,” ujar Sugiat.

“Mendapat pengalaman baru, menyeduh kopi ternyata bermacam-macam cara, teman-teman dari berkopipora membuat ekstrak kopi ekselsa menggunakan teknik cold brew, teknik seduh menggunakan air dingin, rendaman kopi tadi disimpan di dalam lemari pendingin selama 12 jam.

Unik, segar, dan beda, rasa khas ekselsa sangat terasa. Sebetulnya kopi ekselsa bisa menjadi salah satu ikon apabila dikelola dengan baik, bisa menjadi buah tangan asli Jombang,” imbuhnya.

Agenda Ngobati malam ini yang bertempat di Sunny Cafe, menawarkan tempat ngopi asyik dengan konsep tropical. Dalam kesempatan ini juga berdiskusi mengenai kemajuan Jombang, dengan Kepala Desa se-Kecamatan Jombang.

Selain menikmati kopi, acara ini juga diisi dengan diskusi santai antara bupati dan warga. Banyak masukan dan saran yang disampaikan oleh masyarakat terkait pengembangan produk lokal dan strategi pemasaran yang lebih efektif.

“Kami sangat mengapresiasi masukan dari masyarakat. Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan promosi produk lokal,” kata Sugiat.

Kopi Wonosalam: Kekayaan Alam dari Kaki Gunung Anjasmoro

Kecamatan Wonosalam1https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/ini-cerita-kopi-excelsa-wonosalam-yang-mampu-ekspor-ke-beberapa-negara di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu penghasil kopi Excelsa terbesar di Indonesia. Perkebunan kopi di daerah ini membentang luas di kaki Gunung Anjasmoro yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri, Malang, dan Mojokerto.

Endrias Bambang, Ketua Asosiasi Kopi Wonosalam dari Dusun Pucangrejo, Desa Wonosalam, menjelaskan bahwa petani kopi di Wonosalam terus berupaya menembus pasar nasional dan internasional.

Selain Arabica dan Robusta, petani di Wonosalam juga sedang mengembangkan Excelsa sebagai produk unggulan daerah mereka, karena tanaman ini jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia.

Wonosalam merupakan penghasil kopi Excelsa terbesar di Indonesia. “Excelsa adalah varietas khas desa kami,” ujar Endrias Bambang pada Rabu, 11 April 2022.

Saat ini, kapasitas produksi kopi di Wonosalam mencapai 20 ton per tahun. Meskipun jumlah ini cukup besar, namun belum mampu memenuhi kebutuhan pasar kopi nasional.

Harga jual biji kopi Excelsa (green bean) di tingkat petani adalah sekitar Rp 85.000 per kilogram, yang lebih murah dibandingkan dengan harga Robusta dan Arabica.

Untuk memperkenalkan kopi Excelsa ke pasar yang lebih luas, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk berpartisipasi dalam pameran kopi nasional. “Kami berusaha membentuk pasar terlebih dahulu,” kata Endrias Bambang.

Ia optimis bahwa produk Excelsa dari Wonosalam akan dapat bersaing dengan Robusta dan Arabica, dan menjadi pilihan favorit di kedai kopi seluruh Indonesia. Edukasi mengenai konsumsi kopi yang sehat juga terus dilakukan, dengan mengurangi konsumsi kopi instan. (Rebeca)

Sumber Berita :

  • 1
    https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/ini-cerita-kopi-excelsa-wonosalam-yang-mampu-ekspor-ke-beberapa-negara

Responsive Images

You cannot copy content of this page