
Perlu diketahui, FPK adalah wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerja sama antar warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara, dan mengembangkan pembauran kebangsaan. Anggota FPK merupakan perwakilan warga Kota Mojokerto dari berbagai suku dan etnis.Dalam kesempatan itu, wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu mengatakan, FPK diharapkan dapat memajukan pembauran kebangsaan dan memperkuat kerukunan masyarakat Kota Mojokerto.
Mengingat Kota Mojokerto dulunya bagian dari Ibu Kota Kerajaan Mojopahit yang dikenal sebagai pencetus persatuan Nusantara, melalui Sumpah Palapa oleh Maha Patih Gajah Mada.
“Maka ini (fakta sejarah) harus semakin menguatkan jiwa kita bersama dalam membangun persatuan di Kota Mojokerto,” ungkap Ning Ita.
Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif dan program FPK. Pihaknya yakin, dengan kerja sama yang kuat, Kota Mojokerto akan terus menjadi contoh keberagaman yang harmonis.
“Saya harapkan FPK, mohon dikepakkan sayapnya, agar sasaran kegiatan bisa lebih melibatkan lebih banyak anggotanya. Sehingga apa yang menjadi misi FPK dapat tersampaikan secara komprehensif,” ujarnya.
Sebagai informasi, menjaga keutuhan di tengah keberagaman etnis, suku, dan budaya di Kota Mojokerto memang menjadi perhatian Ning Ita. Salah satu keberhasilannya dibuktikan dengan prestasi Harmoni Award yang dianugerahkan Kemenag di tahun 2021. (*)
