Harga Emas di Jombang Fluktuatif, Tren Jual Lebih Dominan Dibanding Membeli

Avatar of Redaksi
Harga Emas
Koleksi perhiasan di salah satu toko perhiasan di Jombang. (Karimatul Maslahah/kabarterdepan.com)

Jombang, kabarterdepan.com – Pergerakan harga emas yang terus berfluktuasi dari hari ke hari berdampak langsung pada aktivitas transaksi di sejumlah toko emas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Fenomena ini memicu masyarakat untuk lebih banyak melepas aset mereka (sell) guna meraup keuntungan.

Kondisi tersebut terpantau di Toko Mas Indra, Ruko Citra Niaga Blok A Nomor 11, Pasar Legi, Jombang.

Variasi Kadar dan Harga Emas yang Dinamis

Ani, karyawan Toko Mas Indra, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan berbagai pilihan perhiasan emas dengan kadar 8 karat, 9 karat, hingga 16 karat. Menurutnya, harga emas saat ini sangat dinamis dan mengikuti kondisi pasar global.

“Harga emas cenderung berubah setiap hari. Untuk kemarin, Jumat (30/1), emas kadar 8 karat dibanderol Rp1.250.000, sedangkan kadar 16 karat berada di angka Rp2.175.000 per gram,” jelas Ani saat dikonfirmasi di lokasi, Sabtu (31/1/2026).

Ani menambahkan, meski dalam satu bulan terakhir harga cenderung merangkak naik secara bertahap, ia menepis isu bahwa harga emas per gram sempat menyentuh angka Rp3 juta pada Kamis (29/1).

“Di toko kami tidak sampai Rp3.000.000, harganya masih fluktuatif di angka normal,” imbuhnya.

Terkait tren transaksi, Ani menyebutkan bahwa saat ini aktivitas pelanggan yang menjual emas lebih dominan dibandingkan yang membeli.

“Saat ini yang jual cukup banyak, dalam sehari bisa lebih dari lima orang. Meski begitu, tetap ada yang membeli, tergantung kebutuhan dan anggaran masing-masing pelanggan,” tuturnya.

Uniknya, sebagian besar pembeli lebih mengutamakan model perhiasan ketimbang kadar emasnya.

WhatsApp Image 2026 01 31 at 10.50.33 AM

Strategi Investasi Masyarakat

Salah satu pelanggan asal Jogoroto, Ahsanu (24), mengaku sengaja mendatangi toko emas untuk melakukan take profit (ambil untung). Ia memantau pergerakan harga secara ketat sebelum memutuskan menjual koleksinya.

“Saya riset dulu. Kalau harga naik dan bisa take profit, saya jual. Hari ini kebetulan untung, karena saya beli di harga Rp1.765.000 per gram pada Desember 2025 lalu, dan sekarang buyback-nya di angka Rp2.119.500 untuk kadar 16K,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa lebih memilih emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang aman (safe haven). (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page