
Jombang, kabarterdepan.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Nasional Hebat (GeNaH) menandai perjalanan empat tahunnya dengan menggelar Anniversary ke-4 bertajuk “Bersatu Kobarkan Semangat Perjuangan” di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi, evaluasi, serta penguatan komitmen Generasi Nasional Hebat dalam mengawal demokrasi dan keterbukaan informasi publik.
LSM GeNaH
Ketua LSM Generasi Nasional Hebat, Hendro Suprasetyo, SBD, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. Ia juga memaparkan Catatan Akhir Tahun 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban kerja advokasi GeNaH selama setahun terakhir.
Salah satu capaian yang disoroti adalah keberhasilan Generasi Nasional Hebat menjadi satu-satunya organisasi masyarakat di Kabupaten Jombang yang terakreditasi sebagai pemantau resmi Pemilu dan Pilkada 2024.
“Kepercayaan ini bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas demokrasi di Jombang. Kami berkomitmen untuk kembali berpartisipasi pada agenda demokrasi berikutnya,” tegas Hendro, Senin (19/1/2026).
Selain pengawalan Pemilu dan Pilkada, Generasi Nasional Hebat juga aktif mengawal isu keterbukaan layanan publik, khususnya terkait pengelolaan aset desa. Dalam proses advokasinya, GeNaH bahkan menempuh jalur sengketa informasi hingga ke Komisi Informasi Publik (KIP).

Dari hasil pengawalan tersebut, Generasi Nasional Hebat mencatat masih banyak desa di Jombang yang belum memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2018.
“Keberadaan PPID desa sangat penting untuk menjamin hak masyarakat dan wartawan dalam mengakses informasi publik. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, terutama bagi Dinas PMD dan Diskominfo,” ujarnya.
Dari unsur Pemerintah Kabupaten Jombang, sambutan disampaikan oleh Budi, perwakilan Bupati Jombang dari Kesbangpol. Ia menyampaikan apresiasi atas peran GeNaH dalam advokasi publik dan pengawasan kebijakan daerah.
“LSM tidak hanya berfungsi sebagai kontrol sosial, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan,” katanya.
Ia berharap GeNaH terus menjadi mitra kritis yang konstruktif, objektif, dan bertanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat Jombang.
Sesi refleksi ditutup dengan pandangan dari aktivis senior Jombang, Hadi, yang mengingatkan pentingnya LSM tetap berpijak pada data, fakta, dan realitas lapangan.
“Kritik itu penting, tetapi harus memberi solusi. LSM harus tetap menjaga marwah gerakan sosial dan melakukan autokritik,” tandasnya. (Karimatul Maslahah)
