Korban Dugaan Keracunan MBG Soto Ayam di Mojokerto Tembus 349 Orang

Avatar of Redaksi
keracunan
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak saat mengunjungi korban keracunan MBG di Rumah Sakit dr Soekandar Mojosari. (Redaksi)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kasus dugaan keracunan massal di Kabupaten Mojokerto kembali bertambah. Hingga Senin (12/1/2026) total warga yang dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) menu soto ayam mencapai 349 orang.

Dari total tersebut, sebanyak 159 korban yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa masih menjalani perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, menyampaikan bahwa penanganan korban tersebar di 13 fasilitas kesehatan. Sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang, sementara ratusan lainnya masih dalam pengawasan tenaga medis.

“Sejumlah 190 orang sudah keluar dari rumah sakit atau pulang,” ungkapnya, Selasa pagi (13/1/2026) siang.

Rincian Korban Keracunan

Ia merinci, pasien yang masih dirawat antara lain 42 orang di RSUD Prof dr Soekandar, 27 orang di RS Sumberglagah, 10 orang di RS Mawaddah, 15 orang di RSI Arofah, 26 orang di RS Kartini, serta 11 orang di RS Sido Waras. Selain itu, masing-masing tiga pasien dirawat di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, RS Dian Husada, dan RSI Sakinah.

Sementara di fasilitas kesehatan tingkat pertama, enam pasien menjalani perawatan di Puskesmas Pacet, delapan orang di Puskesmas Kutorejo, tiga orang di Puskesmas Bangsal, serta dua orang di Puskesmas Dlanggu.

Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Gigih Setijawan, mengungkapkan bahwa mayoritas pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut merupakan anak-anak. Namun demikian, terdapat pula korban dari kalangan orang dewasa.

“Ada beberapa pasien dewasa, kebetulan ikut mencicipi karena (MBG) dibawa pulang,” terangnya.

Terkait kondisi medis para pasien, dr Gigih menjelaskan bahwa sebagian besar datang ke rumah sakit dalam keadaan relatif stabil. Penanganan difokuskan pada pemberian cairan untuk memulihkan kondisi tubuh.

“Kebetulan pasien-pasien yang datang sudah tidak mual dan diare. Sehingga kami support cairan saja,” tandasnya.

Sebelumnya, ratusan pelajar, santri, hingga anggota keluarga siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah diduga mengonsumsi MBG menu soto ayam yang diproduksi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah.

Responsive Images

You cannot copy content of this page