Manajemen PT. Paramount Interprise Internasional Bukit Bintang Klarifikasi Soal Tarif Parkir Rp50 Ribu, Bukan di Sini Tapi di Luar

Avatar of Redaksi
Paramount Interprise Internasional
Pengawas aset wilayah Jatim dan Bali dari PT. Paramount Interprise Internasional, Bukit Bintang, Frederick Sultan Hadi Wijaya, saat diwawancarai awak media. (Yan)

Batu, Kabarterdepan.com – Soal beredar viralnya kabar di media sosial (tiktok), bahwasanya Manajemen PT. Paramount Interprise Internasional, Bukit Bintang yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu yang diduga mematok tarif parkir Rp 50 ribu dibantah keras oleh Manajemen PT. Paramount Interprise Internasional, Bukit Bintang.

Tak pelak, karuan saja postingan yang diunggah akun tiktok tersebut langsung dibanjiri ratusan komentar dari netizen. Bahkan, hanya berselang beberapa menit.

Tak ingin berlarut-larut dan menimbulkan kegaduhan, pihak dari Manajemen PT. Paramount Interprise Internasional, Bukit Bintang menanggapi dengan memberikan klarifikasi kepada awak media untuk disampaikan kepada publik melalui pemberitaan.

Beri Klarifikasi kepada Awak Media

Melalui pengawas aset wilayah Jawa Timur dan Bali PT. Paramount Interprise Internasional, Bukit Bintang, Frederick Sultan Hadi Wijaya membantah tegas dengan memberikan klarifikasi.

Menurutnya, itu terjadi bukan di dalam area atau lingkungan Bukit Bintang, yang dibanjiri para wisatawan yang berkunjung untuk merayakan malam tahun baru 2026 kemarin.

“Terus terang kabar itu hoax dan sangat menyesatkan, karena kejadiannya bukan di sini (Bukit Bintang-red), teman-teman wartawan bisa melihat, bahwasanya video yang beredar itu di luar atau tepi jalan bukan di dalam area dalam Bukit Bintang ini, jadi seolah-olah kami yang tertuduh,” tegasnya sembari memperlihatkan video viral yang dimaksud, pada Sabtu (3/1/2026) malam.

Terkait dengan tarif parkir, ia menjelaskan, bahwa tarif parkir di Bukit Bintang adalah Rp 25 ribu untuk tidak menginap, dan Rp 50 ribu untuk menginap.

“Ini karena sesuai dengan kualitas yang kami tawarkan, sebab itu kami nilai sebanding dengan kenaikannya. Seperti pelayanan yang selama empat tahun berjalan yang kami berikan, sebagai contoh jika terjadi kendaraan selip atau mogok, maka mau tidak mau kami harus menghandle itu semua, dalam hal ini Jukir selalu siap membantu. Bahkan, kami juga menyediakan mobil ambulans dan tenaga medis. Kami bersyukur, karena momen malam tahun baru 2026 kemarin 0 persen, tidak ada kehilangan barang-barang dari wisatawan,” urainya.

Meski begitu, Hadi memastikan kenaikan parkir hanya terjadi di malam tahun baru saja. Sedangkan mulai dini hari (Kamis, 1 Januari 2026), tarif parkir masuk disebut kembali normal. “Bahkan tarif itu hanya di bawah pukul 01.00, jadi setelah itu bisa normal,” terangnya.

Dirinya menambahkan, bahwasanya saat malam pergantian tahun baru 2026 kemarin, pihaknya sengaja menutup area parkir di dalam bukit bintang tepat pukul 22.00 WIB, karena untuk mengantisipasi membludaknya para wisatawan yang berkunjung.

“Karena ini demi keselamatan bagi para pengunjung, sebab, sudah overload atau melebihi dari kapasitas area parkir yang luasnya total keseluruhan hanya tiga hektar ini. Selain itu, kami mengantisipasi agar tidak terjadi musibah, seperti mobil yang tergelincir, karena kami sering membantu dengan mendorong kendaraan akibat jalanan licin yang menyebabkan selip. Sedangkan tenaga juru parkir di sini terbatas, kasihan anak-anak binaan kami yang lelah setiap harinya harus mengatur kendaraan keluar masuk,” imbuhnya.

Tempuh Jalur Hukum Melalui Somasi Pertama

Dampak akibat postingan yang terlanjur viral di media sosial yang dimaksud, lanjut, Frederick Sultan Hadi Wijaya, pihaknya memberikan somasi yang ditujukan kepada akun tiktok yang dimaksud 1×24 jam.

“Ya, kami sengaja memberikan somasi dengan maksud dan tujuan meminta klarifikasi sekaligus meminta bukti terkait dengan kebenarannya, jika tidak maka dengan tegas kami menempuh jalur hukum karena ini sudah masuk ranah pidana pencemaran nama baik,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya juga berusaha menghubungi akun tiktok tersebut untuk meminta penjelasan. Namun, hingga kini tidak mendapatkan respons maupun jawaban serta balasan.

“Kami sudah berusaha berulang kali dengan menghubungi pemilik akun tiktok Sam Suzuki grand wisata, tapi sampai sekarang tidak ada balasan, tentu saja ini sangat berdampak kepada Kota Batu, yang kami khawatirkan wisatawan jadi tidak berkunjung kesini, padahal kami selalu tertib membayar pajak ke Bapenda Kota Batu,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2026 01 04 at 10.04.57 AM 1

Berdayakan Masyarakat Sekitar dan Pengamen Jalanan

Keberadaan Bukit Bintang tidak dapat dipungkiri memang, pasalnya destinasi wisata tersebut menjadi jujugan para wisatawan yang berkunjung. Dampaknya, roda perekonomian warga masyarakat terdongkrak naik dan hotel serta villa di Kota Batu mengalami occupancy atau tingkat kunjungan.

“Di sini kami juga memberdayakan para pelaku UMKM untuk berjualan dan itu free alias gratis, karena tidak ada pungutan biaya sewa. Selain itu, perekrutan tenaga kerja seperti Jukir juga dari warga masyarakat sekitar, dan tentunya kami juga memberdayakan para pengamen jalanan di Kota Batu untuk dapat perform menghibur pengunjung, itu juga kami berikan uang transport beserta makanan dan minuman,” ungkapnya lagi.

Klarifikasi kepada Bapenda Kota Batu

Berkaitan dengan hal tersebut, pihak Manajemen PT. Paramount Interprise Inteenasional, Bukit Bintang mengaku telah memberikan klarifikasi kepada Bapenda Kota Batu.

“Kami juga telah memberikan penjelasan kepada Bapenda Kota Batu, jika soal video viral di media sosial tiktok itu di luar bukan di area dalam Bukit Bintang, setelah kami klarifikasi sudah tidak ada persoalan,” paparnya.

Pihaknya berharap, berkaitan dengan video viral di akun tiktok yang dimaksud tidak berdampak maupun berpengaruh kepada para wisatawan yang berkunjung.

“Semoga apa yang dituduhkan kepada kami tidak menjadi hal yang buruk bagi kunjungan wisatawan, karena PT. Paramount Interprise Internasional merupakan perusahaan proyek sosial yang membantu masyarakat, terutama bagi pedagang kecil, Jukir dan pengamen jalanan untuk dapat bekerja sama melalui pemberdayaan, karena itu sesuai pesan dari owner,” pungkas Frederick Sultan Hadi Wijaya. (Yan)

Responsive Images

You cannot copy content of this page