Canggihnya Peralatan Greenhouse Ganja di Jombang, Polisi Curiga Adanya Pemodal di Balik Riset Tersangka

Avatar of Redaksi
Greenhouse Ganja
Kasatreskoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro didampingi KBO Satresnarkoba Ipda M Nasir. (Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, kabarterdepan.com – Pengungkapan kasus pembudidayaan ganja di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengungkap fakta mengejutkan terkait kecanggihan peralatan greenhouse ganja yang digunakan tersangka Rama Susanto (43) alias Comek.

Polisi menilai sistem yang diterapkan tidak sederhana dan memunculkan dugaan adanya pihak lain atau pemodal yang terlibat di balik aktivitas tersebut.

Rama diketahui awalnya melakukan penanaman ganja secara outdoor. Namun, metode tersebut dinilai belum menghasilkan kualitas tanaman yang optimal.

Pada Maret lalu, ia sempat memanen sekitar 40 batang pohon ganja, sebelum akhirnya mengubah sistem budidaya menjadi indoor greenhouse.

“Tersangka R sudah pernah melakukan penanaman ganja di outdoor tapi produknya belum sempurna dan sudah panen 40 batang pohon ganja pada Maret lalu,” ujar Kasatnarkoba Polres Jombang Iptu Bowo Tri Kuncoro, Rabu (17/12/2025).

Dalam sistem baru tersebut, Rama menggunakan berbagai peralatan pendukung seperti pendingin ruangan (AC) dan lampu khusus tanning untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Dengan metode ini, hasil tanaman ganja disebut jauh lebih bagus dan memuaskan dibandingkan penanaman sebelumnya.

“Kemudian dia mengubahnya dengan sistem indoor pakai AC, lampu tanning sehingga hasilnya sangat bagus dan memuaskan,” kata Bowo.

Selain fokus pada budidaya, tersangka juga melakukan berbagai percobaan lanjutan. Ganja yang telah dipanen dicampur dengan alkohol 90 persen untuk difermentasi, lalu dicoba untuk dikonsumsi. Percobaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya inovasi yang menurut tersangka berkaitan dengan penelitian tanaman.

“R juga mencoba ganja yang sudah dipanen lalu diberikan alkohol 90 persen difermentasi, dia melakukan percobaan ini untuk diminum, dia selalu berusaha melakukan inovasi terkait tanaman ganja ini,” jelasnya.

R mengaku merawat tanaman ganja mulai dari biji hingga tumbuh besar. Polisi mengungkapkan bahwa biji ganja yang digunakan diduga berasal dari impor dengan berbagai jenis varietas.

Hingga kini, penyidik masih menelusuri asal-usul biji tersebut dan menemukan indikasi jejak pengiriman dari London, Inggris.

“Biji ganja impor, ada berbagai macam jenis, saat ini masih kita telusuri, namun ada jejak dari London Inggris,” lanjut Bowo.

Dugaan Keterlibatan Pemodal Masih Didalami

WhatsApp Image 2025 12 17 at 12.08.52 PM

Melihat penggunaan peralatan greenhouse ganja yang tergolong canggih, aparat kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang mendanai atau menandai kegiatan riset yang dilakukan tersangka R. Dugaan ini kini menjadi salah satu fokus pengembangan penyidikan.

“Dengan peralatan canggih, tersangka R ini tidak menutup kemungkinan ada yang menandai, nanti akan ada pengembangan untuk siapa yang menandai riset penelitian tersangka R ini,” jelasnya.

Sementara itu, terkait kemungkinan jual beli dan peredaran ganja, polisi menyatakan masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah tersangka bertindak sendiri atau menjadi bagian dari jaringan yang lebih besar.

“Untuk jual beli edarnya masih kita dalami,” pungkas Bowo.

Penggerebekan Rumah Kontrakan Greenhouse Ganja di Mojongapit

Diberitakan sebelumnya, Satresnarkoba Polres Jombang menggerebek sebuah rumah kontrakan yang disulap menjadi greenhouse ganja di Jalan Pakubuwono, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan 110 batang tanaman ganja, 5,3 kilogram ganja kering siap edar, serta tiga toples berisi ganja hasil fermentasi. Polisi menduga rumah kontrakan tersebut sengaja dimanfaatkan karena berada di lingkungan yang relatif sepi.

Hingga kini, Satresnarkoba Polres Jombang masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain serta modus operandi para pelaku. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page