Wali Kota Bekasi Launching Air Minum Keren, Inovasi Tirta Patriot Reduksi Sampah Plastik

Avatar of Redaksi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe dan Dirut Perumda Tirta Patriot Ali Imam Fariyadi saat launching Air Minum Keren. (Yanso/Kabarterdepan.com)
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe dan Dirut Perumda Tirta Patriot Ali Imam Fariyadi saat launching Air Minum Keren. (Yanso/Kabarterdepan.com)

Bekasi, Kabarterdepan.com – Setelah 2 bulan proses penyusunan, Pemerintah Kota Bekasi melalui program Tirta Patriot meluncurkan inovasi ‘Air Minum Keren’ yang bertujuan utama mengurangi penggunaan plastik serta menyediakan air minum yang sehat dan terjangkau bagi warga.

Dalam peluncuran program tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa ‘Air Minum Keren’ menggunakan teknologi filterisasi dan digitalisasi yang meminimalkan penggunaan bahan kimia tinggi.

“Ini bukan sesuatu yang sulit, kita belajar bahwa dengan filterisasi yang tepat, air minum tidak perlu banyak kimia, sehingga lebih sehat,” ujarnya.

Keunggulan lain program ini adalah penggunaan lahan yang tidak terlalu besar, sehingga spot penyediaan air bisa ditempatkan di berbagai titik, termasuk di “folder-folder” (tempat-tempat spesifik) yang menjadi daya dukung pelayanan PDAM. Khususnya untuk wilayah Bekasi Barat yang berbatasan dengan DKI Jakarta.

Misi akhir dari “Air Minum Keren” adalah meningkatkan kualitas hidup warga dengan mengurangi sampah plastik, selaras dengan pencapaian Bekasi sebagai ‘kota terinovatif’.

Untuk ke depan, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan membangun spot penyediaan “Air Minum Keren” di lokasi-lokasi strategis seperti hutan kota dan Danau Duta.

Sementara Dirut Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi menjelaskan, setiap unit spot air minum dilengkapi bak penampungan berkapasitas sekitar 20 hingga 25 liter yang secara otomatis akan terisi kembali saat volume air berkurang. Sistem ini juga didukung sensor kualitas air yang bekerja secara real time.

“Kalau kualitas air tidak lagi memenuhi standar, sensor akan langsung bekerja dan air dialihkan ke pembuangan. Sistemnya hampir sama seperti yang digunakan di Chandrabaga,” ujar bang Awenk sapaan akrabnya, Senin (15/12/2025).

Lebih lanjut, bicara soal mutu, PDAM memastikan air yang dihasilkan benar-benar aman untuk dikonsumsi. Hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) menunjukkan kualitas air tersebut sangat layak diminum, bahkan memiliki tingkat keasaman (pH) 8,1, yang dinilai baik untuk air minum.

WhatsApp Image 2025 12 15 at 9.57.37 AM

Harga Air Minum Keren

Selain aman, fasilitas ini juga menawarkan keunggulan dari sisi biaya. Masyarakat cukup membayar Rp 300 per liter, atau sekitar Rp 500 untuk mengisi satu botol tumbler berkapasitas satu liter. Skema ini dinilai jauh lebih hemat dibandingkan air minum kemasan.

“Kalau bicara kelebihan, tentu efisiensi. Harganya murah dan bisa diakses siapa saja,” jelasnya.

Kendati begitu, PDAM baru mengoperasikan empat unit spot air minum sebagai tahap awal. Dua unit telah terpasang di lingkungan Pemerintah Provinsi, sementara dua unit lainnya masih dalam proses pemasangan di titik berbeda, termasuk di kantor PDAM.

Ke depan, PDAM berencana memperluas pemasangan fasilitas ini secara bertahap. Selama satu hingga tiga bulan ke depan, tim internal akan melakukan evaluasi dan analisis pemasaran untuk menentukan lokasi-lokasi yang paling membutuhkan layanan spot air minum siap minum tersebut.

“Kita mulai dulu empat unit ini sebagai tahap launching. Setelah itu baru kita masifkan ke titik-titik lain yang memang membutuhkan,” pungkasnya.

PDAM berharap, kehadiran spot air minum ini dapat menjadi produk layanan unggulan sekaligus mendukung gaya hidup ramah lingkungan dengan mengurangi ketergantungan pada air minum kemasan sekali pakai.

Responsive Images

You cannot copy content of this page