Seminar ‘Thrive in Purpose: Thrive in Career’ Hadirkan Risma dan Komandan KRI, Bahas Arah Karier Remaja

Avatar of Redaksi
Seminar inspiratif bertajuk Thrive in Purpose: Thrive in Career. (Rio/Kabarterdepan.com)
Seminar inspiratif bertajuk Thrive in Purpose: Thrive in Career. (Rio/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Hotel Great Diponegoro Surabaya menjadi lokasi penyelenggaraan seminar bertajuk “Thrive in Purpose: Thrive in Career” yang digelar Sekolah Cikal Surabaya, Sabtu (6/12).

Seminar ini menghadirkan dua tokoh nasional sebagai narasumber, yaitu Tri Rismaharini, mantan Menteri Sosial RI 2020–2024, dan Letkol Laut (P) Heri Sarono, S.E., M.Si., Komandan KRI aktif TNI AL.

Sekitar 30 siswa tingkat SMP hingga SMA serta 10–15 orang tua/wali murid mengikuti seminar secara langsung. Acara berlangsung hangat dan interaktif, dengan tujuan membantu remaja dan orang tua memahami arah karier melalui pengalaman nyata kedua narasumber.

Risma membuka cerita dengan kejujuran yang memancing tawa, mengawali sesi dengan kisah perjalanan kariernya yang jauh berbeda dari cita-cita awal.

Ia mengaku dulu ingin menjadi dokter agar bisa mengobati diri sendiri ketika sakit, tetapi ketidaknyamanan saat melihat proses autopsi serta hasil tes psikologi membuatnya beralih ke bidang teknik.

“Dari ITS Arsitektur, masuk PNS, jadi wali kota, sampai menteri, ternyata jalan hidup bisa berbelok jauh dari mimpi awal,” ujarnya.

Sementara itu, Letkol Heri Sarono membagikan kisah awalnya masuk Akademi Angkatan Laut pada tahun 2000-an. Ia mengaku memilih jalur militer karena melihat peluang kerja yang pasti di pemerintahan.

“Dulu mikirnya simpel: lulus langsung kerja. Ternyata jadi marinir itu berat. Pulang kampung cuma saat anak pertama lahir, besoknya langsung tugas lagi. Habis itu langsung ke Aceh saat konflik masih panas,” tuturnya.

Ia menegaskan prinsip hidup yang selalu menguatkan dirinya: “Marinir tidak punya apa-apa, tapi apa-apa punya marinir.”

Sesi Tanya Jawab Seminar ‘Thrive in Purpose: Thrive in Career’

WhatsApp Image 2025 12 06 at 11.53.07 AM

Pada sesi tanya jawab, dua siswa mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan. Alof menuturkan kebingungannya karena hasil tes minat-bakat berbeda dengan keinginan ibunya yang mengharapkan ia masuk STAN. Sementara Luwis menanyakan peluang lulusan SMK untuk mendaftar TNI.

Risma menanggapi pertanyaan Alof dengan menekankan pentingnya komunikasi.

“Dengarkan dulu orang tua, karena mereka pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Tapi ajak diskusi, tunjukkan hasil tes dan passion-mu. Orang tua biasanya akan luluh kalau kita jelaskan dengan baik,” jawabnya, disetujui oleh Letkol Heri.

Adapun untuk pertanyaan Luwis, Letkol Heri menjelaskan bahwa jalur TNI tetap terbuka bagi lulusan SMK.

“Bisa sekali! Jalur bintara dan tamtama terbuka lebar bagi lulusan SMK, tapi tetap ada tes fisik dan akademik tambahan. Semua sama beratnya: renang, lari, push-up, sit-up, psikotes,” tegasnya.

Acara ditutup dengan pesan singkat dari Tri Rismaharini yang menekankan pentingnya arah dan integritas dalam menjalani kehidupan.

“Apa pun pilihan kalian nanti, yang penting punya tujuan hidup yang jelas dan berani menjalaninya dengan penuh tanggung jawab serta integritas,” tandasnya. (Rio)

Responsive Images

You cannot copy content of this page