
Sampang, Kabarterdepan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo mulai menjadi perhatian serius Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sampang.
Selain memastikan program ini berjalan tepat sasaran, Disnaker juga menilai MBG memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran di daerah.
Kepala Bidang Pelatihan dan Hubungan Industrial, Erfien Budi Jatmiko, menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi bagi siswa, tetapi juga menjadi peluang strategis dalam menghidupkan rantai ekonomi daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis akan menggerakkan banyak sektor secara sekaligus pertanian, peternakan, UMKM kuliner, hingga logistik. Jika dikelola baik, peluang kerja baru akan terbuka luas. Ini momentum besar bagi daerah untuk menurunkan angka pengangguran,” ujar Erfien saat diwawancarai Kabar Terdepan, Jumat (5/12/2025).
Disnaker Sampang Dalami Kebutuhan Tenaga Kerja dalam MBG

Erfien menjelaskan bahwa Disnaker kini sedang mendalami aspek ketenagakerjaan di balik program tersebut, termasuk kebutuhan tenaga produksi, distribusi, hingga tenaga pendukung lainnya.
Untuk mendukung kesiapan pelaku usaha yang akan terlibat dalam MBG, Disnaker menyiapkan pembinaan manajemen ketenagakerjaan yang lebih terstruktur.
Pembinaan meliputi, standarisasi pengupahan tenaga kerja, penyesuaian jam kerja sesuai aturan, pemenuhan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, peningkatan manajemen usaha bagi pelaku produksi makanan bergizi
Erfien menekankan bahwa kualitas SDM dan kepatuhan perusahaan menjadi kunci suksesnya implementasi MBG.
“Para pelaku usaha yang nantinya terlibat harus memiliki manajemen ketenagakerjaan yang baik. Hak pekerja harus terpenuhi, dan standar produksi harus terjaga. Ini yang sedang kami siapkan,” tambahnya.
Dengan skala program MBG yang masif dan menyentuh hampir seluruh wilayah, Disnaker meyakini tahun depan akan menjadi salah satu momentum terbesar peningkatan penyerapan tenaga kerja di berbagai lini industri. (Fais)
