
Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Di Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, sebuah green house sederhana kini menjadi pusat perhatian banyak orang. Di dalamnya, deretan tanaman melon tumbuh subur dan tertata rapi. Kawasan budidaya ini tidak hanya menghasilkan buah berkualitas, tetapi juga disulap menjadi wisata agro yang memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.
200 Pohon Melon Premium
Di area terbuka yang dirancang khusus tersebut, sekitar 200 pohon melon dari berbagai varietas mulai Fuji Sawa, Intanol hingga Green Manson dipelihara dengan metode budidaya green house. Tak heran jika kualitas buah yang dihasilkan dikenal premium.
Namun daya tarik utamanya bukan sekadar membeli buah. Pengunjung bebas menikmati melon langsung dari pohonnya di dalam green house. Sensasi memetik sekaligus mencicipi melon segar menjadi alasan tempat ini ramai disambangi warga.
Salah seorang pengunjung, Sulistyo Rini, turut merasakan keseruan saat datang pertama kali bersama keluarganya.
“Kita sambil membeli melon di sini merasakan melon yang luar biasa juga bisa jalan-jalan,” ujarnya, Minggu (30/11/2025) siang.

Pengalaman memilih dan memanen sendiri juga menjadi nilai tambah baginya. Ia bahkan menilai lokasi ini cocok sebagai sarana pembelajaran untuk anak-anak.
“Di sini kita petik langsung seperti di kebun sendiri gitu,” tambahnya.
Soal rasa, Rini menyebut setiap jenis melon memiliki karakter tersendiri yang membuatnya unik.
“Yang warna oranye tadi lebih keras, kalau yang hijau manisnya kayak pas,” katanya sambil tersenyum.
Melon Premium Dipasok ke Supermarket
Di balik keberhasilan kawasan wisata petik ini, ada peran Yani Suharto selaku pengelola. Ia mengungkapkan bahwa tanaman melon di green house tersebut rata-rata berusia 75 hari. Dalam satu kali panen, hasilnya bisa mencapai sekitar 1 ton yang sebagian besar dipasok ke supermarket di wilayah Jakarta.
“Ini kita budidayakan di dalam green house, jadi kelas kita melon premium,” jelas Yani.
Meskipun mengusung kualitas premium, harga melon tetap ramah bagi pengunjung. Tidak ada biaya tiket untuk masuk ke lokasi.
“Per kilo rata-rata Rp 25.000, tidak ada tiket masuk cukup membeli saja,” tambahnya.
Dengan konsep wisata yang mengajak pengunjung terlibat langsung dalam proses panen dan harga yang terjangkau, green house melon di Desa Tempuran kini menjadi alternatif wisata baru yang semakin diminati masyarakat Mojokerto dan sekitarnya. (*)
