
Jombang, Kabarterdepan.com – Kasus perundungan atau bullying masih menjadi ancaman yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan anak.
Karena itu, perempuan dan anak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diimbau lebih waspada serta memahami cara mencegah tindakan bullying sejak dini.
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang pun membagikan panduan praktis agar perempuan dan anak dapat lebih terlindungi, sekaligus mampu mengenali tanda-tanda perundungan di sekitar mereka.
“Bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga verbal dan psikis. Dampaknya bisa panjang, bahkan mempengaruhi masa depan anak. Karena itu penting bagi keluarga dan sekolah untuk memperkuat perlindungan,” ujar Kadis DPPKB-PPPA Jombang, Ma’murotus Sa’diyah atau Ning Eyik, Rabu (26/11/2025).
Tips Cegah Bullying
Berikut tips yang perlu diketahui:
1. Untuk Orang Tua dan Perempuan di Rumah
- Bangun komunikasi dua arah untuk menciptakan suasana aman agar anak mau bercerita tanpa takut dimarahi.
- Ajarkan empati dan saling menghargai
Nilai-nilai ini penting agar anak tidak menjadi pelaku maupun korban. - Kenali perubahan perilaku anak
Seperti mendadak tidak mau sekolah, sering murung, atau ada luka yang tidak jelas. - Bekali anak keberanian untuk berkata “tidak” serta ajarkan mereka melapor setiap kali mengalami perlakuan tidak menyenangkan.
2. Untuk Sekolah
- Terapkan aturan anti-perundungan secara tegas. Aturan harus disampaikan jelas kepada siswa.
- Perkuat pengawasan di titik rawan
Koridor, halaman, dan kamar mandi kerap menjadi lokasi bullying. - Tanamkan pendidikan karakter
Kegiatan sekolah harus mempromosikan nilai anti-kekerasan dan toleransi. - Sediakan ruang pengaduan aman
Siswa perlu tempat untuk melapor tanpa takut dibalas.
3. Untuk Anak dan Remaja
- Pilih pertemanan yang positif Lingkungan yang sehat membuat anak terhindar dari perilaku negatif.
- Segera lapor jika mengalami atau melihat bullying. Laporkan pada orang tua, guru, atau orang dewasa terdekat.
- Jangan membalas, sebab hanya memperbesar konflik dan berisiko memperburuk keadaan.
DPPKB-PPPA Jombang menegaskan akan terus fokus dalam upaya perlindungan perempuan dan anak melalui sosialisasi, pendampingan, serta kegiatan edukasi di sekolah maupun desa.
“Kami mengajak seluruh keluarga dan masyarakat Jombang untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Bersama-sama kita cegah kekerasan dan perundungan,” tegas Ning Eyik. (Karimatul Maslahah)
