
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jawa Timur bekerja sama dengan Bisnis Mojokerto dan Jobstreet by Seek sukses menyelenggarakan Spirit Majapahit Talkshow 2025, sebuah forum yang mempertemukan nilai kearifan lokal dengan tantangan global.
Acara Spirit Majapahit Talkshow 2025 ini menghadirkan antusiasme tinggi dari peserta, termasuk kehadiran Ketua Umum DPD HIPPI Jawa Timur, Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd., S.H., M.M., Advokat, atau yang akrab disapa Coach Fahmi.
Talkshow yang mengangkat tema Human Resource Transformation tersebut digelar di Ayola Hotel Mojokerto, Jumat (21/11/2025).
Fokus utama pembahasan adalah transformasi sumber daya manusia melalui proses rekrutmen berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI), yang dinilai semakin relevan di tengah tuntutan dunia kerja modern.
Spirit Majapahit Talkshow 2025 Bahas Pentingnya Rekrutmen Modern Berbasis Teknologi AI
Dalam era digital yang berkembang pesat, pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi sorotan utama. Teknologi AI dinilai mampu memproses data dalam jumlah besar secara lebih cepat dan akurat, sekaligus mengidentifikasi pola kebutuhan tenaga kerja sehingga perusahaan dapat menemukan kandidat terbaik secara efektif dan efisien.
Tema talkshow menegaskan bahwa perekrutan talenta unggul merupakan fondasi penting bagi keberhasilan perusahaan. Talenta dalam hal ini didefinisikan sebagai karyawan berkinerja tinggi yang mampu beradaptasi dengan dinamika bisnis dan memberikan kontribusi jangka panjang.
Dr. Imam Muhajirin Elfahmi mengungkapkan pentingnya kualitas talenta dalam dunia usaha saat ini.
“Banyak perusahaan mengalami krisis pencapaian kinerja atau produktivitas. Jadi untuk mendapat karyawan dengan kinerja yang hebat kompraskampeni dan shumenresoscampion, jadi perusahaan yang hebat itu untuk bisa bertahan punya produk yang berkualitas dan karyawan dengan kinerja yang hebat. Perusahaan butuh talenta bukan hanya yang hebat kemampuan dan lian sebagainya, jadi perusahaan kita harus menarik,” ujar Dr. Imam Muhajirin Elfahmi.

Tren Dunia Kerja dan Adaptasi Anak Muda di Era AI
Perwakilan Jobstreet by Seek, Eka Kurniawan, memaparkan hasil riset terkait perubahan perilaku dan preferensi anak muda dalam dunia kerja.
“Job platform dan riset tentang apa yang terjadi di anak muda, mereka itu maunya apa dan ingin bekerja seperti apa. Jika kita membangun bisnis dan bekerja bersama mereka, kita harus menyesuaikan. Riset kami menunjukkan lebih dari tiga puluh persen pekerjaan akan tergantikan kecerdasan buatan. Jika bukan orangnya, maka pekerjaannya yang berubah karena muncul posisi baru yang sebelumnya belum ada. Sembilan puluh tujuh persen responden sudah bersiap dengan mempelajari posisi baru seperti digital marketing dan sosial media sebelum tergantikan,” ujar Eka Kurniawan.
Ia juga menjelaskan bahwa 64% anak muda menginginkan jenjang karier yang jelas dalam perusahaan, 54% memilih pekerjaan paruh waktu yang stabil., dan 31% tertarik mencoba profesi atau karier baru seiring berkembangnya teknologi.
Komitmen Jobstreet dalam Mendukung Ekosistem Ketenagakerjaan
Eka menegaskan bahwa platform yang ia wakili berkomitmen membantu pencari kerja, perusahaan, dan pemerintah dalam mempertemukan kebutuhan di dunia kerja. Jobstreet memiliki visi menciptakan satu juta lapangan kerja, sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi nasional.
Misi utama yang disampaikan adalah menyediakan ruang yang tepat bagi para pencari kerja untuk menemukan peluang pekerjaan yang layak serta membantu perusahaan memperoleh talenta terbaik yang sesuai dengan kebutuhan industri. (Ezra)
