Guru di Jombang Ini Manfaatkan AI untuk Konten Sejarah, Raup Cuan Jutaan per Hari

Avatar of Redaksi
guru jombang
Medan Amrullah saat mengerjakan konten sejarah dari teknologi AI. (Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai membuka peluang baru di sektor ekonomi kreatif daerah. Salah satunya dilakukan Medan Amrullah (30), guru asal Dusun Ngledok, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang kini meraup pendapatan jutaan rupiah per hari dari jasa pembuatan konten berbasis AI.

Medan mulai menekuni produksi konten berbasis AI sejak dua tahun lalu. Ia semula hanya bereksperimen dengan berbagai aplikasi, hingga akhirnya menemukan pasar pada konten bertema sejarah kerajaan. Video yang ia unggah di media sosial mendapat respons besar dan mendorong peningkatan pesanan layanan digitalnya.

“Baru beberapa bulan terakhir videonya naik. Dari situ mulai banyak yang pesan,” kata Medan saat ditemui, Selasa (18/11/2025).

Dalam satu konten berdurasi tiga menit, Medan membutuhkan waktu 3–4 hari proses produksi. Ia menggunakan dua aplikasi utama, yakni Sora 2 untuk pembuatan visual dan CapCut untuk penyuntingan. Seluruh proses itu ia kerjakan hanya dengan menggunakan smartphone.

Konsumen Meluas hingga di Luar Daerah Jombang

Dari meningkatnya permintaan, Medan memperluas layanan. Ia kini melayani pembuatan foto AI, video promosi UMKM, serta kelas online seputar penggunaan AI. Tarif jasanya mulai Rp100 ribu per menit untuk video promosi, serta Rp50 ribu untuk paket tiga foto AI.

Pesanan datang dari berbagai daerah, mulai Jombang hingga Sumatera. Pada masa ramai order, pendapatannya mencapai Rp1–2 juta per hari.

“Tergantung ramai atau tidak. Kadang lima sampai enam orderan, kadang dua, kadang kosong,” ujarnya.

Medan menilai perkembangan AI memberikan kesempatan baru bagi masyarakat untuk masuk ke industri kreatif tanpa membutuhkan perangkat mahal.

Ia juga menyebut peminat konten sejarah cukup tinggi, termasuk dari pelaku UMKM yang membutuhkan materi promosi.

“Sekarang penghasilannya jauh lebih baik. Alhamdulillah bisa jadi tambahan,” pungkasnya. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page