
Jombang, Kabarterdepan.com – Suami siri Tri Retno Jumilah (60) menjadi dugaan kuat yang tengah ditelusuri polisi terkait kasus kematian lansia tersebut di Dusun Pandean, Desa Miagan, Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Korban ditemukan meninggal secara tidak wajar di dalam rumahnya, sehingga aparat kepolisian melakukan penyelidikan mendalam terhadap berbagai kemungkinan.
Pelaku Diduga Suami Siri Korban
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan bahwa sejumlah indikasi menunjukkan adanya keterlibatan orang dekat korban.
Meski hasil autopsi mengungkap korban mengalami kekerasan brutal, barang-barang berharga di rumahnya justru tidak hilang.
“Di lokasi, perhiasan dan uang milik korban masih utuh. Namun motor Yamaha Vixion milik korban tidak ada dan diduga dibawa oleh suami siri korban, berinisial P, yang sampai saat ini menghilang,” jelas AKP Dimas.
Hilangnya motor tersebut menjadi salah satu petunjuk yang mengarah pada dugaan bahwa P mengetahui atau terlibat dalam peristiwa kematian korban.
Selain itu, keberadaan P yang tidak dapat ditemukan sejak mayat Tri Retno ditemukan semakin memperkuat kecurigaan penyidik.
Kesimpulan awal polisi pun mengarah kuat pada dugaan keterlibatan suami siri tersebut.
“Kami terus melakukan penyelidikan dan mendalami keberadaan P. Jika ada perkembangan lanjutan, akan kami sampaikan,” tegas AKP Dimas.
Hingga kini, tim Satreskrim Polres Jombang masih melakukan pencarian dan memintai keterangan para saksi untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian dan siapa pelaku sebenarnya.

Diberitakan sebelumnya, Tri Retno Jumilah (60) jasadnya ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam kamar rumahnya.
Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan penemuan tersebut. Polisi menduga korban meninggal secara tidak wajar dan kini jenazah telah dibawa ke RSUD Jombang untuk proses autopsi.
“Benar, tadi ditemukan mayat wanita dalam kondisi sudah membusuk, sehingga belum bisa dipastikan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau tidak,” ujar Kompol Yogas, Kamis (13/11/2025).
Terpisah, Ketua RT setempat, Anasrulloh, mengatakan penemuan bermula dari kecurigaan anak dan tetangga korban yang tidak melihat korban sejak Senin lalu.
“Lampu rumahnya terus menyala dan tidak terlihat aktivitas apa pun. Selain itu, buah yang ditaruh anaknya sejak empat hari lalu masih tergantung di pintu depan,” terang Anasrulloh.
Sang anak sebelumnya sempat berkunjung ke rumah korban, namun karena rumah dalam keadaan terkunci, ia hanya meletakkan buah di gantungan pintu.
“Sampai hari ini buah itu belum diambil, dari situ warga mulai curiga,” lanjutnya.
Kecurigaan makin kuat setelah salah satu warga melongok dari jendela dan melihat banyak lalat di dalam rumah. Mereka kemudian menghubungi anak korban yang tinggal di desa lain untuk memastikan kondisi ibunya.
“Anaknya datang dan berusaha masuk lewat atap karena pintu terkunci dari dalam. Setelah berhasil masuk, ia menemukan ibunya sudah meninggal dunia. Lalu melapor ke perangkat desa dan polisi,” jelasnya. (Karimatul)
