
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kue rangi jajanan tradisional, masih bertahan di Kota Mojokerto meski penjualnya kini semakin jarang ditemui.
Camilan ini dikenal dengan cita rasa khas dari sagu yang dipanggang dan disiram gula merah cair, menghadirkan sensasi manis gurih yang sederhana namun memikat.
Di tengah gempuran jajanan modern, keberadaan kue rangi tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta kuliner tradisional.
Lokasi Penjual Kue Rangi
Di Mojokerto, jajanan ini masih bisa dijumpai di depan Taman Lalu Lintas Kota Mojokerto, tempat seorang penjual setia bernama Bapak Sulistyono berjualan setiap hari.
Bapak Sulistyono, atau yang akrab disapa Mbah Ncit, mulai berjualan sejak tahun 2023. Ia membuka lapaknya setiap hari mulai pukul setengah sembilan pagi hingga dagangannya habis terjual. Satu porsi kue ini dijual seharga Rp7.500.
“Setiap hari saya bawa adonan sekitar satu kilogram. Kadang habis, kadang masih sisa, tergantung pembeli,” ujar Mbah Ncit ketika ditemui Senin (12/11/2025). Ia tampak sabar menunggu pembeli sambil memanggang adonan di atas tungku kecil.
Sebelum berjualan kue tradisional ini, Mbah Ncit pernah berjualan kerupuk, tahu, pentol, hingga susu kedelai. Pria berusia 55 tahun asal Sumolepen, Empunala, Kota Mojokerto ini mengaku mendapat inspirasi berjualan kue rangi setelah menonton video di YouTube.
Dalam video tersebut, ia melihat proses pembuatan kue rangi yang sederhana namun menarik. Dari situlah muncul tekadnya untuk mencoba berjualan kue tradisional itu sebagai sumber penghasilan baru untuk keluarganya.
Kini, berkat ketekunannya, Mbah Ncit bisa mendapatkan pendapatan sekitar seratus ribu rupiah setiap hari. Meski tidak besar, hasil itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Yang penting tetap semangat, rezeki sudah ada yang atur,” tutur Mbah Ncit sambil tersenyum.
Keberadaan penjual rangi seperti Mbah Ncit menjadi pengingat bahwa cita rasa tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Kue rangi bukan sekadar jajanan, tetapi juga warisan kuliner yang patut dijaga agar tidak hilang ditelan zaman. (Ezra)
