Kasus Dugaan Nepotisme di RSUD Kota Bekasi, Staf Langsung Naik Jabatan Eselon III karena Diduga Titipan

Avatar of Jurnalis: Ahmad
RSUD CAM kota Bekasi. (Yanso/kabarterdepan.com)
RSUD CAM kota Bekasi. (Yanso/kabarterdepan.com)

Bekasi, kabarterdepan – Sebuah skandal mengguncang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, dengan tudingan bahwa seorang staf biasa (SS) tiba-tiba diangkat menjadi pejabat Eselon III menjadi Kabid penunjang medik di RSUD CAM kota Bekasi tanpa melalui proses yang transparan dan adil.

Informasi yang dihimpun mengungkap bahwa staf tersebut belum pernah menduduki jabatan fungsional, baik sebagai koordinator maupun pengawas.

Kenaikan jabatan yang mendadak ini menimbulkan kecurigaan akan adanya praktik nepotisme, dengan spekulasi bahwa staf tersebut memiliki kedekatan khusus dengan Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Dr. Niken.

Hal ini memicu pertanyaan mengenai kualifikasi dan kompetensi staf tersebut untuk menduduki posisi Eselon III.

RSUD Kota Bekasi Bungkam

Hingga saat ini, pihak RSUD Bekasi saat dihubungi wartawan kabarterdepan, Kamis (6/11/2025) belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Ketika didatangi kantor tidak digubris, upaya konfirmasi via telepon dan Whatsapp juga beluk dibalas.

Begitu juga dengan kepala BKPSDM Kota Bekasi Arief Maulana, saat didatangi ke kantornya tidak bisa ditemui dan saat saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak menjawab.

Menanggapi masalah ini, Ketua Titah Bekasi, Muhammad Ali, mengatakan bahwa ia akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan dan Kementerian Dalam Negeri, termasuk Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kami akan memastikan bahwa proses kenaikan jabatan ini dilakukan secara transparan dan adil, dan tidak ada nepotisme atau titipan dalam proses ini,” tegas Muhammad Ali, Minggu (9/11/2025).

Pertanyaan besar yang muncul adalah apakah seorang staf biasa bisa langsung menduduki jabatan Eselon III tanpa melalui proses yang normal?

Menurut peraturan yang berlaku, kenaikan jabatan harus dilakukan secara transparan dan adil, dengan mempertimbangkan kualifikasi dan kemampuan staf. (Yanso)

Responsive Images

You cannot copy content of this page