
Blora, Kabarterdepan.com – Sebanyak 95.620 pelajar di Kabupaten Blora menjadi sasaran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Blora. Dari hasil skrining awal yang dilakukan Dinas Kesehatan, penyakit anemia tercatat sebagai kasus terbanyak yang dialami remaja.
Bupati Blora, Arief Rohman, saat melaunching program tersebut di SMP Negeri 1 Blora, menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi pelajar. Pemeriksaan meliputi kondisi gigi, mata, telinga, hidung, tenggorokan (THT), dan lainnya.
“Kegiatan ini sangat penting. Tadi kita lihat ada siswa dengan kadar hemoglobin rendah. Program ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk pelajar, mendapat akses pemeriksaan kesehatan,” ujar Arief, Selasa (22/7/2025).
Arief menambahkan, setelah launching ini, seluruh sekolah akan bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Puskesmas akan menjadwalkan pemeriksaan secara berkala.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edi Widayat, menyampaikan bahwa sasaran CKG mencakup pelajar usia 7 hingga 17 tahun. Di Kabupaten Blora, jumlah pelajar yang menjadi sasaran mencapai 95.620 siswa. Program ini sudah dimulai sejak 16 Juli 2025.
“Pelaksanaan di tiap sekolah disesuaikan dengan jadwal, kapasitas tenaga kesehatan, dan ketersediaan alat maupun bahan habis pakai di masing-masing Puskesmas,” jelas Edi.
Ia menuturkan, dari data diagnosa awal, pelajar banyak yang mengalami anemia, sementara untuk lansia, penyakit yang dominan adalah hipertensi.
“Tidak ada syarat khusus bagi pelajar untuk mengikuti pemeriksaan ini. Cukup menjadi siswa aktif di sekolah yang bersangkutan. Jika ditemukan penyakit dan siswa memiliki BPJS, bisa langsung diberikan rujukan untuk penanganan lebih lanjut,” imbuhnya.
Edi juga mengungkapkan bahwa antusiasme warga Blora terhadap program CKG sangat tinggi. Bahkan, Blora kini menjadi daerah ketiga terbaik di Jawa Tengah dalam pelaksanaan program tersebut.
“Sejak Februari, sudah tercatat sekitar 25 persen dari total penduduk Blora telah mengikuti program ini. Dari 243 ribu penduduk, angkanya terus meningkat. Kami mendorong seluruh Puskesmas terus melakukan sosialisasi ke masyarakat,” pungkasnya.(Fitri)
