
Sleman, kabarterdepan.com – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan dalam 100 hari lebih kepemimpinan Prabowo-Gibran, belum ada makna berarti.
Bahkan dirinya menyebut 8 program unggulan terbaik Kabinet Merah-Putih mulai dari Makan Siang Bergizi Gratis (MBG) hingga pendirian Badan Penerimaan Negara masih jauh dari keberhasilan.
“Semua program cepat itu jangankan implementasi, rencananya saja tidak pernah disampaIkan oleh pemerintah,” katanya. Salahsatu yang menjadi sorotannya adalah Program Makan Bergizi gratis karena peran pelaksana stakeholder yang dianggap tidak memiliki tupoksi yang jelas.
Mada menyampaikan jika 8 program cepat unggulan tersebut belum memiliki desain yang matang, namun sudah dipaksa menjadi kebijakan yang diterapkan di masyarakat, namun dampaknya tidak begitu terasa.
Dosen Fisipol UGM: Program Buruk Diminimalisir

Dirinya menyampaikan berbagai program yang tidak berjalan baik di lapangan tersebut seharusnya bisa diminimalisir jika Presiden Prabowo memiliki sosok administrator yang bisa membantu kementerian mencerna pikiran Presiden.
“Gaya kepemimpinan Pak Prabowo ini kalau melihat gaya kepemimpinan Soekarno – Hatta adalah ini solidarity maker, buka pemimpin administrator. Nah tapi sayang nya wakilnya bukan solidarity maker bukan juga administrator,” katanya di Gedung Pusat UGM dalam diskusi Pojok Bulaksumur, Jumat (7/2/2025).
“Tapi Tidak ada jembatan yang mengoperasionalkan gagasan Pak Prabowo yang konkrit di level kementerian orang atau lembaga yang menjembatani,” Imbuhnya.
Ia menyampaikan selama ini peran penting tersebut tidak ada di pemerintahan sehingga apa yang menjadi ambisi presiden disebutnya sebagai abstraksi bagi para menterinya. Mada juga menyebut, selama ini peran-peran menteri yang sebelumnya ada di era sebelumnya pemerintahan juga belum mampu menyinambungkan dengan keinginan presiden saat ini.
“Semangat kesinambungan pemerintahan sekarang dan pemerintahan yang lalu belum Terbentuk, ini solidarity maker dan ini birokrat gak ada jembatan, jadi ngayunnya masih ke pemerintahan Pak Jokowi,” jelasnya.
Dirinya berharap Presiden Prabowo Subianto bisa segera melakukan evaluasi atas kinerja para bawahan. “Kalau tidak ada akselerasi selama 1 tahun, maka kan gini-gini terus, tidak ada perubahan, hanya omon-omon saja,” ujar Mada. (Hadid Husaini)
