
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Upaya pencarian korban runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, terus dilakukan tanpa henti.
Direktur Operasi Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menegaskan seluruh tim gabungan bahu-membahu menuntaskan misi kemanusiaan ini.
Hingga Minggu (5/10/2025) dini hari pukul 03.24 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi satu korban tambahan. Dengan demikian, total operasi pencarian sudah dilakukan sebanyak 50 kali.
Korban Ponpes Al Khoziny
Dari jumlah tersebut, 37 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, termasuk satu dalam bentuk bagian tubuh (body part).
“Sejak kemarin sore, akses menuju titik utama reruntuhan berhasil kami buka. Fokus kami berada di area mimbar imam, tepat di tengah bangunan musala. Dari titik itulah banyak korban santri berhasil dievakuasi,” jelas Bramantyo.
Untuk membuka jalur evakuasi, tim SAR menggunakan alat berat seperti breaker dan dego guna mengangkat beton tebal yang menindih lokasi. Proses ini memungkinkan petugas menjangkau area yang sebelumnya tertutup rapat material bangunan.
“Setelah dibuka dengan alat berat, kami menemukan cukup banyak jenazah adik-adik kita di belakang posisi imam. Evakuasi dilakukan perlahan agar tetap aman bagi tim maupun korban,” tambahnya.
Meski belum bisa memastikan jumlah pasti korban yang masih tertimbun, Yudhi menegaskan pencarian akan terus dimaksimalkan. Setiap langkah difokuskan agar tidak ada korban yang terlewat.
“Pembersihan area tetap berjalan bersamaan dengan pencarian. Semua tim, baik Basarnas maupun potensi SAR, menunjukkan semangat luar biasa. Kami mohon doa restu dan dukungan masyarakat agar tugas kemanusiaan ini bisa terlaksana dengan maksimal,” ungkapnya.
Hingga Minggu pagi, suasana di lokasi evakuasi masih penuh keharuan. Tim SAR gabungan terus bekerja siang dan malam, menyisir setiap sudut reruntuhan beton untuk menemukan santri-santri yang masih tertimbun.
