
Jombang, Kabarterdepan.com – Jumlah kursi jabatan kepala sekolah (kepsek) yang kosong di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali bertambah.
Plt Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Heri Mujiono, menyampaikan bahwa ada 29 kepsek yang dijabat pelaksana tugas (Plt).
“Dari jumlah tersebut, dua di antaranya SMPN,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Heri menambahkan, hingga kemarin pihaknya belum menunjuk Plt Kepala SMPN 1 Diwek yang baru.
“Belum (ada yang ditunjuk), masih koordinasi,” jelasnya.
Menurutnya, Plt kepala sekolah untuk jenjang SMP biasanya berasal dari wakil kepala sekolah di sekolah yang sama, bukan dari sekolah lain.
Total Kekosongan Jabatan Mencapai 30 Kursi
Dengan penambahan terbaru, total kursi kepsek kosong di Jombang mencapai 30 jabatan. Rincian kekosongan tersebut yakni delapan TK negeri, 19 SDN, dan tiga SMPN. Seluruhnya belum memiliki kepsek definitif.
Ke depan, angka kekosongan jabatan ini diprediksi akan semakin meningkat. Gelombang pensiun massal pada 2028 hingga 2030 diperkirakan menjadi periode dengan jumlah guru purna tugas terbanyak, sehingga potensi bertambahnya kursi kepsek yang kosong kembali terbuka.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terikat Surat Edaran Dirjen GTK yang mewajibkan seluruh pemda menuntaskan penempatan kepala sekolah definitif dan mengakhiri masa Plt paling lambat 31 Desember 2025. Namun hingga kini, Jombang belum dapat memastikan kapan 29 kursi kepsek tersebut akan diisi.
“Untuk pengisian di Jombang kami serahkan kepada pimpinan,” kata Heri.
50 Guru Ikuti Pelatihan Calon Kepala Sekolah
Diketahui, sebanyak 50 guru tengah menjalani pelatihan dan pembekalan calon kepala sekolah selama 10 hari, mulai 21–30 November di SMPN 1 Jombang.
Peserta terdiri dari 29 guru SMP, satu guru TK, dan 20 guru SD. Mereka merupakan peserta yang lolos seleksi administrasi dan substansi dari total 72 pendaftar.
Seleksi substansi dilakukan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menggunakan sistem Computer Based Test (CBT).
