Yudistira, Santri Ponpes Al Khoziny yang Gugur Saat Sujud

Avatar of Jurnalis: Husni
Muzaini, paman Mohammad Aziz Pratama Yudistira yang merupakan salah satu korban Ponpes Al Khoziny. (Foto: Husni Habib/ Kabarterdepan.com)
Muzaini, paman Mohammad Aziz Pratama Yudistira yang merupakan salah satu korban Ponpes Al Khoziny. (Foto: Husni Habib/ Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com  – Usai sepekan pencarian akhirnya jenazah salah satu korban Ponpes Al Khoziny, yakni Mohammad Aziz Pratama Yudistira berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Saat serah terima jenazah tangis haru keluarga tak dapat terbendung.

Muzaini, selaku paman Yudistira mengatakan dirinya mendapat kabar robohnya bangunan mushola Ponpes Al Khoziny sekitar Pukul 14.30 usai waktu Ashar. Saat kejadian korban yang akrab disapa Yudistira ini tidak ditemukan, beruntung 2 saudaranya selamat karena sedang ada kegiatan di luar.

“Pas jam setengah tiga, jam sekitar habis asar, saya ada telepon. Kalau di Pondok Al Khoziny ini musholanya ambruk. Saya sudah firasat kalau anak ini tidak selamat, beruntung 2 saudaranya selamat karena ada kegiatan di luar,” ungkap Muzaini saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (6/10/2025).

Santri Ponpes Al Khoziny

Dirinya menambahkan dua hari sebelum kejadian dirinya mendapatkan kabar berupa kiriman video dari pihak Ponpes Al Khoziny. Kiriman video tersebut merekam almarhum Yudistira yang sedang setoran hafalan kitab.

“Itu kan Senin, ya? Senin, dua hari sebelumnya itu kita ada parkiran video dari Ustadznya. Almarhum lagi setoran hafalan kitab,” tambahnya.

Sambil berlinang air mata Muzaini bercerita semasa hidup Almarhum Yudistira dikenal sebagai sosok yang rajin, walaupun untuk urusan akademik dirinya bisa dibilang biasa saja. Saat proses identifikasi Muzaini mengingat ciri ciri korban yakni rambut yang botak dan terdapat 1 gigi yang patah.

“Makanya ciri-ciri yang tadi sempat saya cari dari kemarin, satu kan giginya patah, satu, yang kedua rambutnya rotak. Dan pas setelah saya buka, barusan memang benar sudah,” paparnya.

Ditengah suasana sedih Muzaini meminta kepada masyarakat untuk mendoakan keluarga yang ditinggalkan. Dirinya meyakini keponakannya telah pergi dengan tenang dan dalam keadaan khusnul khotimah, lantaran saat kejadian almarhum sedang menunaikan ibadah sholat ashar secara berjamaah.

“Emang kejadiannya pas mereka anak santri itu pas sujud rakaat ketiga, pas sholat ashar. InsyaAllah Khusnul Khotimah, minta doanya saja untuk keluarga supaya kuat,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page