
Jombang, kabarterdepan.com – Lakalantas tunggal terjadi di ruas Tol Jombang–Mojokerto (Jomo), tepatnya di KM 700+600 B, wilayah Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Satu unit mobil penumpang Daihatsu Xenia bernomor polisi AG 1217 VT yang melaju dari arah Gerbang Tol Driyorejo menuju Nganjuk mengalami kecelakaan pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 18.25 WIB.
Kepala Departemen Operasional Astra Tol Jombang–Mojokerto, Zanuar Firmanto, mengatakan kecelakaan diduga dipicu kondisi pengemudi yang mengantuk saat berkendara.
“Pengemudi mengaku melaju di lajur satu dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam. Setibanya di KM 700+600 B, pengemudi mengantuk sehingga kendaraan oleng ke kiri dan menabrak guardrail,” ujar Zanuar, Minggu (11/1/2026).
Usai menabrak pembatas jalan, mobil berhenti di lajur luar bahu jalan dengan posisi tetap searah arus lalu lintas. Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan berawan.
Di dalam kendaraan terdapat empat orang penumpang yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Nganjuk, terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak.
Pengemudi mobil, Teguh Subagyo (45), dilaporkan selamat. Sementara penumpang dewasa lainnya, Lely Eka Wahyuni (42), mengalami luka lecet di bagian kaki dan pelipis mata.
Adapun dua penumpang anak-anak, Almira (12), mengalami memar di lengan kanan, sedangkan Fadia Chika (9) dinyatakan selamat tanpa luka.
“Seluruh korban mengalami luka ringan dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jombang untuk mendapatkan perawatan medis,” kata Zanuar.
Petugas Tol Jombang
Petugas tol Jombang bersama ambulans dan Patroli Jalan Raya (PJR) tiba di lokasi tak lama setelah kejadian. Penanganan kecelakaan selanjutnya diserahkan kepada PJR 311 Jatim 3.
Akibat insiden tersebut, sejumlah aset tol dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya dua unit beam guardrail, satu blockpiece, puluhan baut welding, serta beberapa tiang geser. Saat ini, total kerugian aset masih dalam proses pendataan oleh pengelola tol.
Pengelola Tol Jomo kembali mengimbau seluruh pengguna jalan agar memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum berkendara serta tidak memaksakan perjalanan saat merasa lelah atau mengantuk demi keselamatan bersama. (Karimatul Maslahah)
